Skip to main content

Dokter RSUP Sanglah di Bali Positif Covid-19, Diduga Terpapar Pasien yang Dirawat

Seorang dokter perempuan berusia 30 tahun di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali, dinyatakan positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Dokter yang berdomisili di Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar, ini terjangkit Covid-19 melalui transmisi lokal.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya, mengatakan perempuan yang terjangkit Covid-19 ini merupakan seorang dokter residen di RSUP Sanglah Denpasar, Bali.

Pengambilan sampel swab dokter tersebut dilakukan pada Rabu (20/5) pagi dan hasilnya sudah keluar pada malam harinya.

Pengujian sampel swab dilakukan di laboratorium RSUP Sanglah Denpasar.

"Ya namanya di rumah sakit kan menerima pasien, pas (dokter itu) di-swab ternyata positif," kata Suarjaya kepada Tribun Bali melalui sambungan telepon, Kamis (21/5).

Kini dokter residen tersebut sedang menjalani perawatan di RSUP Sanglah. Suarjaya mengatakan kondisi sang dokter sangat baik.

"Karena swabnya saja positif dia dirawat, padahal tidak ada gejala," jelasnya.

Namun sumber penularan ke dokter tersebut masih dicari, karena sebelumnya memang sudah terdapat beberapa kasus pasien positif Covid-19 di RSUP Sanglah Denpasar.

Dari beberapa kasus tersebut, dokter ini sempat melakukan kontak erat dan saat dilakukan pengecekan hasilnya menunjukkan positif Covid-19.

Kasus yang terjadi pada dokter residen ini menambah daftar positif di Denpasar menjadi 73 orang. Artinya, pada Kamis kemarin bertambah satu kasus dari hari sebelumnya.

Selama tiga hari berturut-turut terjadi kasus transmisi lokal positif Covid-19 di Denpasar.

Dua hari sebelumnya, seorang staf administrasi laboratorium mikro biologi RSUP Sanglah dinyatakan positif, sehari kemudian anak perempuannya juga diketahui terpapar.

“Ya kami mendapatkan laporan bahwa ada penambahan kasus positif Covid-19 warga yang berdomisili di Desa Dauh Puri Klod. Jumlah PDP juga bertambah 4 orang per hari ini (kemarin, red),” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, Kamis (21/5).

Dewa Rai menambahkan, angka kasus akumulatif Covid-19 di Kota Denpasar sebanyak 73 kasus positif.

Rinciannya adalah 54 sembuh, 2 orang meninggal dunia, dan 17 orang masih dalam perawatan.

Pekerjaan Besar

Suarjaya menambahkan, setelah diketahui dokter residen RSUP Sanglah tersebut positif terjangkit Covid-19, kini pihaknya berupaya melakukan tracing contact.

Nantinya setiap orang yang ditemukan dalam tracing contact akan dilakukan uji sampel swab guna memastikan terjangkit Covid-19 atau tidak.

Tracing contact merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan oleh tim surveilans apabila terdapat pasien yang positif terjangkit Covid-19.

Suarjaya mengakui tracing contact ini sebagai sebuah pekerjaan yang besar, mengingat harus dilakukan kepada sekian banyak orang.

Guna memaksimalkan usaha tracing contact ini, pihaknya melibatkan seluruh tim surveilans, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten dan kota, rumah sakit hingga puskesmas.

"Untuk mendukung ini kan sampai tenaga puskesmas kita libatkan, termasuk di rumah sakit yang ada kasusnya," kata dia.

Sejauh ini pihaknya mengaku sudah memiliki ratusan tim surveilans yang setiap hari bertugas dan berkeliling guna menemukan orang yang sempat melakukan kontak erat dengan pasien positif terjangkit Covid-19.

Dalam melakukan upaya tracing contact ini, sangat penting sekali mengenai adanya penjelasan dari pasien yang positif terjangkit Covid-19.

Mereka diharapkan mau menjelaskan dengan siapa dan di mana saja meteka melakukan kontak erat.

Melalui informasi ini, tim surveilans akan mendapatkan data yang jelas ke mana akan melakukan tracing contact.

"Dan itu dicari semua, ke manapun yang kontak yang pernah dia sebutkan dicari semua. Memang begitu, harus dicari semua," paparnya.

Sebelumnya, juga pernah ada dokter residen RSUP Sanglah positif terjangkit Covid-19.

Dokter tersebut berasal dari Surabaya, Jawa Timur.

Alhasil tracing contact-nya mencapai 150-an orang. Kasus ini terjadi sekitar Maret lalu.

Suarjaya mengatakan, upaya tracing contact inilah sebagai kunci dari keberhasilan Pemprov Bali dalam menangani Covid-19.

Upaya tracing contact ini juga didukung dengan adanya tim survailens yang sangat bagus dan aktif.

"Ini yang menahan laju transmisi (lokal) itu," jelas Suarjaya.

Transmisi Lokal

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bali melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam laporannya kemarin, mengungkapkan jumlah kumulatif pasien positif di Bali kini sebanyak 374 orang.

“Bertambah sebanyak 3 orang WNI, yang terdiri dari 3 orang transmisi lokal," ungkap Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Untuk jumlah pasien yang telah sembuh sebanyak 280 orang.

Yang artinya bertambah sebanyak 4 orang WNI, terdiri dari 1 orang PMI dan 3 orang non-PMI.

Dan untuk pasien positif dalam perawatan atau kasus aktif sebanyak 90 orang yang berada di 7 rumah sakit dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT RS Nyitdah, dan BPK Pering.

Jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh imported case, untuk transmisi lokal sejumlah 151 orang. Angka transmisi lokal di Bali tercatat cukup tinggi.

Di sisi lain, terjadi penambahan kasus positif yang sangat signifikan di Indonesia, kemarin. Hampir menembus angka 1.000 dalam sehari.

Jumlah penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per Kamis pukul 12.00 WIB bertambah 974 orang sehingga totalnya menjadi 20.162.

Ini menjadi penambahan kasus positif tertinggi di Tanah Air.

Sedangkan pasien sembuh menjadi 4.838 setelah ada penambahan 263 orang dan kasus meninggal menjadi 1.278 dengan penambahan 36 orang.

"Kasus konfirmasi positif hari ini meningkat 973 orang peningkatan ini luar biasa dan peningkatan inilah yang tertinggi.

Peningkatan yang tertinggi ini terjadi di Jawa Timur khususnya," ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jakarta, Kamis (21/5).

Berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas, lima provinsi angka kasus positif terbanyak adalah Provinsi DKI Jakarta dengan total kasus 6.301 disusul Jawa Timur sebanyak 2.998 Jawa Barat 1.962, Jawa Tengah 1.217, Sulawesi Selatan 1.135 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 20.162 orang.

Kemudian untuk sebaran kasus sembuh dari 34 Provinsi di Tanah Air, DKI Jakarta tertinggi yakni 1.458 kemudian Jawa Barat 422, Jawa Timur sebanyak 403, Sulawesi Selatan 398, Bali 280, dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 4.838 orang. (sui/sar/sup/zae)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar