Skip to main content

Kabar Gembira, Kajian Pemerintah Mal Dibuka 8 Juni, Sekolah 15 Juni & Masjid 6 Juli, Normal Agustus

Kabar gembira yang ditunggu-tunggu banyak orang khususnya masyarakat Indonesia.

Setelah hampir dua bulan diimbau agar warga di rumah saja dan melakukan ibadah dan kerja juga di rumah, kini kabar terbaru pemerintah akan membuka kembali semua sektor dan fasilitas umum baik itu sekolah dan masjid.

Namun pembukaan fasilitas nantinya akan diurut sesuai kajian skenario pemulihan ekonomi Indonesia

Kementerian Koordinator Perekonomian menyampaikan, skenario ini merupakan bagian awal kajian pemerintah dalam menentukan kebijakan pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19.

"Yang beredar di masyarakat tersebut merupakan kajian awal Kemenko Perekonomian, yang selama ini secara intens melakukan kajian dan kebijakan pemerintah menjelang, selama, dan pasca-pandemi Covid-19," kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (7/5/2020).

Susi menjelaskan, kajian skenario pemulihan ekonomi dilakukan pemerintah sebagai langkah antisipasi melakukan upaya-upaya yang diperlukan pasca-pandemi Covid-19.

Saat ini Kemenko Perekonomian disebut tengah melakukan pembahasan dengan berbagai kementerian dan lembaga lain untuk mematangkan kajian tersebut.

"Dalam waktu dekat Kemenko Perekonomian akan melakukan finalisasi atas kajian tersebut, dan akan disampaikan kepada masyarakat," ucapnya.

Berikut isi kajian awal Kemenko Perekonomian tersebut:

1. Fase pertama, yang dilakukan pada 1 Juni 2020 ialah membuka kembali operasional industri dan jasa bisnis ke bisnis (B2B), dengan tetap menerapkan social distancing.

2. Fase kedua yakni pada 8 Juni 2020, toko, pasar, dan mal diperbolehkan beroperasi kembali.

3. Fase ketiga, 15 Juni 2020, tempat-tempat kebudayaan dan sekolah mulai dibuka kembali dengan tetap menerapkan social distancing dan beberapa penyesuaian.

4. Fase keempat, 6 Juli 2020, difokuskan kepada evaluasi terhadap pembukaan berbagai fasilitas seperti restoran hingga tempat ibadah.

5. Fase kelima, 20 Juli dan 27 Juli 2020, evaluasi fase keempat dan pada akhir Juli atau awal Agustus 2020 diharapkan seluruh kegiatan ekonomi sudah dapat beroperasi dengan normal.

Ekonomi masih tumbuh

Terkait dengan hal ini, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2020 terbilang cukup baik di tengah tren penurunan yang melanda sejumlah negara akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Badan Pusat Statistik melansir pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 2,97 persen (year on year).

Angka itu merupakan yang terendah sejak kuartal IV/2000.

"Penurunan di kuartal pertama ini senada dengan apa yang terjadi di 213 negara di global dan kita masih dalam posisi positif," kata Airlangga lewat video conference usai rapat kabinet terbatas, Selasa (5/5/2020).

Airlangga menyebutkan, Indonesia merupakan salah satu dari sedikit negara yang mampu mencatatkan pertumbuhan positif di tengah pandemi Covid-19.

Banyak negara yang pada kuartal I/2020 ini tercatat mengalami pertumbuhan ekonomi negatif seperti China di angka -6,8 persen, Singapura -2,2 persen, dan Hongkong hingga -8,9 persen.

"Seperti yang diprediksi, memang pertumbuhan turun akibat Covid-19 itu dari segi demand terjadi demand shock," kata dia.

Ketua Umum Partai Golkar ini memprediksi pertumbuhan II tak akan jauh berbeda dan masih berkisar di angka 2 hingga 3 persen.

Apalagi, di kuartal kedua ini pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk memotong penyebaran Covid-19.

Kendati demikian, Airlangga optimistis pertumbuhan ekonomi 2020 masih akan sesuai dengan proyeksi pemerintah, yakni di angka 2,3 persen.

Sumber : makassar tribunnews
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar