Skip to main content

Wiridan Sang Istri Kuatkan Didi Kempot Semasa Hidup, Sebagai Bukti Sayangnya Hadiahkan Masjid

Mungkin benar kiranya jika di balik kesuksesan seorang pria ada peran perempuan di belakangnya.Ini juga yang diakui Didi Kempot.

Kerasnya kehidupan seorang Didi Prasetya menapaki hidup sebagai seniman, mulai dari pengamen jalanan hingga meretas kesuksesan tak lepas dari kuatnya dorongan dan doa sang istri. 

Didi Kempot semasa hidupnya pernah melontarkan peran sang istri di balik nama besar dan kepopulerannya. Ia mengakui jika peran sang istri lah yang menguatkannya.

Meski namanya populer di akhir hidupnya, kehidupan pribadi Didi Kempot jarang tereskpose.

Namun dari kesaksikan tentang sosok Didi Kempot juga diungkap oleh pengelola Rumah Bloger Indonesia (RBI) di Solo, Blontank, diketahuilah sedikit kehidupan pribadi si Bapak Patah Hati ini.

Blontank mengunggah sejumlah foto dan video di antaranya foto saat Didi Kempot berpose dengan Gus Karim.

Lewat postingan di akun Facebooknya, Blontank Poer, Blontank memberi kesaksian Didi Kempot orang yang baik dan sayang dengan keluarga.

Blontank juga menyatakan Didi Kempot seorang muslim yang dermawan.

Ia membangun masjid di Ngawi sebagai hadiah kepada istrinya.

"Buat yang masih meragukan siapa Mas Didi, beliau seorang muslim yang dermawan. dia juga membangun masjid di Ngawi, sebagai hadiah kepada istrinya yang selalu dia banggakan sebagai ahli wirid dan seneng pengajian," kata Blontak di salah satu postingan tentang Didi Kempot.

Dari kesaksian Blontank pula diketahui jika istrinya ini sangat mendukungnya dalam doa dan wirid yang rajin dilakukan Saputri.

“Kalau bukan karena banyak wiridan Mbak Putri (istrinya), mungkin saya tidak sekuat sekarang, Mas. Alhamduillah selalu diparingi sehat dan kuat oleh Gusti Allah,” kata Mas Didi dalam berbagai kesempatan, kepada saya.."

Sosok Dermawan

Sebelum Didi Kempot meninggal, Blontank sempat meminta kepada Didi Kempot agar datang ke RBI dan menyaksikan pengemasan ribuan paket sembako hasil donasi konser Amal Dari Rumah #SobatAmbyarPeduli.

Sayangnya, permintaan itu belum terlaksana.

Blontank kemudian mengetahui dari Ige, videografer pribadi Didi Kempot, bahwa Didi Kempot sebenarnya ingin datang suatu saat tanpa ada wartawan yang meliput karena kegiatan itu merupakan kegiatan sosial.

Berikut postingan Blontak tentang Didi Kempot yang dikutip Tribunnews.com dari akun Facebooknya (Tribunnews.com telah mendapatkan izin dari Blontank untuk mengutipnya):

"Saya bersaksi, Mas Didik Prasetyo a.k.a. Didi Kempot orang baik. almarhum ramah kepada siapa saja, selalu berbahasa Jawa krama inggil kepada orang yang belum dikenalnya.

saya sangat terkejut kehilangan beliau. dari pagi, dua nomerku kebanjiran telepon, tapi tidak kuangkat. baru setelah saya lihat sendiri wajah Mas Didi di kamar jenazah, baru percaya beliau sudah mendahului kita semua.

satu permintaanku kepada Mas Didi agar ke RBI menengok dan bersaksi kerjaan teman-teman mengemas ribuan paket sembako hasil donasi Konser Amal Dari Rumah #SobatAmbyarPeduli, tapi belum kesampaian.

baru kutahu beberapa hari lalu, ternyata Mas Didi ingin datang ke #RBI, kapan-kapan, tanpa ada wartawan. dia tidak mau diliput media terkait penyaluran donasi. itu cerita dari Mas Ige, videographer pribadi sekaligus orang yang hampir setiap hari menemani Mas Didi.

***

yang mengagetkan, Mas Didi tidak mengeluh sakit apapun. sejak kemarin siang di Solo, malah menungguin Mas Ige ngedit videoklip sampai sekitar jam 21an. hingga tadi pagi, dapat kabar Mas Didi dilarikan ke RS Kasih Ibu, dan dan dinyatakan wafat sebelum sampai UGD.

buat yang masih meragukan siapa Mas Didi, beliau seorang muslim yang dermawan. dia juga membangun masjid di Ngawi, sebagai hadiah kepada istrinya yang selalu dia banggakan sebagai ahli wirid dan seneng pengajian.

“Kalau bukan karena banyak wiridan Mbak Putri (istrinya), mungkin saya tidak sekuat sekarang, Mas. Alhamduillah selalu diparingi sehat dan kuat oleh Gusti Allah,” kata Mas Didi dalam berbagai kesempatan, kepada saya.."

Terus Menangis dan Pingsan di Pemakaman
Air mata Saputri, istri mendiang Didi Kempot terus mengalir saat dirinya menghadiri pemakaman suaminya.

Didi Kempot di TPU Dukuh Jatisari, Majasem, Ngawi, Selasa (5/5/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.

Bahkan, Saputri pun sempat pingsan saat prosesi pemakaman Didi Kempot.

Saputri kemudian digotong sejumlah petugas keluar dari area pemakaman.

Sebelumnya, Saputri terlihat histeris dan lemas saat jenazah suaminya tiba di rumah duka, di Dusun Punthuk Pelem RT 04 RW 05, Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Ngawi, Jawa Timur.

Suasana pemakaman tampak ramai pelayat dan isak tangis mengiringi Didi Kempot ke peristirahatan terakhirnya.

Nur Muhammadi, Kepala Desa Majasem, mengatakan jenazah Didi Kempot disemayamkan di samping makam putri kandungnya.

"Namanya Lintang Ayutyas Prastri," ujarnya.

Putri kandung Didi Kempot tersebut diketahui telah meninggal dunia pada 25 Oktober 1995 dalam usia yang belum genap satu tahun.


Alasan Dimakamkan di Desa Majasem

Sukur, Paman Didi Kempot, mengungkapkan alasan kenapa Didi Kempot dimakamkan di Desa Majasem.

Tak lain, karena istri Didi Kempot yang meminta sang suami dimakamkan di Desa Majasem.

"Rumah di Desa Majasem adalah rumah jujukan (tujuan), ini kan rumah istrinya," ujar Sukur.

Sementara rumah di Kedunggalar adalah rumah milik orang tua Didi Kempot.

Didi Kempot memang lahir di Dusun Sidowayah, Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi.

Sukur menjelaskan, di Kedunggalar terdapat makam Mamiek Prakoso yang merupakan pelawak sekaligus kakak Didi Kempot.

"Di Kedunggalar memang ada makam kakaknya Mamiek, tapi kami minta Didi Kempot dimakamkan di sini," kata Sukur.

Mengeluh Lelah dan Merasa Tua
Sukur juga mengatakan, Didi Kempot tak pernah mengeluh sakit.

Saat pulang ke rumah pun, pelantun lagu Stasiun Balapan itu hanya mengeluhkan capek.

"Makanya kami kaget, tidak tahu kabar meninggal, karena tadi pagi sekitar jam 7, saya masih berada di sawah," tutur Sukur.

Hal senada juga disampaikan Madi, paman almarhum Didi Kempot lainnya.

Madi mengaku sangat kaget dengan berita meninggalnya Didi Kempot.

"Kalau tidak nonton televisi kami keluarga tidak akan tahu dia meninggal dunia. Semua yang ada di sini kaget," ujarnya.

Pada Madi, Didi Kempot mengaku sudah merasa tua.

"Terakhir dia pulang ke sini cukup lama, saya sudah lupa waktunya,"

"Saat itu dia bilang sudah merasa tua," kata Madi.


Jelang Ajalnya, Didi Kempot Dekat dengan Urusan Agama

Pengasuh Pondok Pesantren Al Qurany Azzayadiy Solo, KH Abdul Karim (Gus Karim), menyebut sebelum meninggal, Didi Kempot mengaku ingin lebih dekat dengan urusan agama.

Didi Kempot bahkan pernah mengungkapkan keinginanya untuk beribadah umrah.

Gus Karim mengungkapkan, sebelum Ramadan, Didi Kempot datang ke ponpesnya.

"Sebelum Ramadan beliau ke pondok."

"Alhamdulilah akhir-akhir ini beliau dekat sekali dengan urusan agama," kata Gus Karim di RS Kasih Ibu Solo, Selasa (5/5/2020), dikutip dari Kompas.com.

Dalam pertemuan itu, kata Gus Karim, Didi Kempot ingin berduet dengan Habib Syech, seorang ulama sekaligus penyanyi selawat, untuk menyanyikan lagi bernuansa Islami.

"Beliau menyampaikan keinginannya berduet dengan Habib Syech itu setelah live dengan Kompas TV. Itu diulangin terus. Dan akan dilakukan setelah selesai virus corona," terang dia.

Gus Karim menyatakan memiliki sejumlah kenangan bersama Didi Kempot.

Kenangan itu diantaranya Didi Kempot meminta air yang didoakan Gus Karim dan sempat menyatakan keinginannya untuk umrah.

"Beliau selalu minta air saya. Ini yang menjadi kenangan saya. Terakhir beliau ingin umrah," ungkap dia.

(Tribunnews.com/Daryono/Lanny Latifah/Gilang/Husein Sanusi)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar