Skip to main content

Pengakuan Driver Jawa-Bali yang Ngaku Bisa Loloskan Penumpang di Pelabuhan Gilimanuk Tanpa Rapid Tes

Seorang driver Jawa-Bali AMP mengaku bisa meloloskan penumpang dari Jawa ke Bali tanpa menggunakan hasil rapid tes non reaktif.

AMP mengaku bisa melobi petugas yang berjaga di Pelabuhan Gilimanuk untuk meloloskan semua penumpangnya tanpa rapid test

"Asal punya KTP, surat sehat, dan surat jalan ke Desa, bisa lolos. Gak perlu surat rapid tes.

Surat sehat cukup: Masalah rapid tes, saya yang akan ngurus di Gilimanuk, dijamin lolos," kata AMP saat Tribun Bali berpura-pura menjadi calon penumpang dari Jember ke Bali, Jumat (29/5/2020) melalui pesan WhatsApp. 

Bahkan, AMP meyakinkan calon penumpangnya dengan cara mengembalikan seluruh uang dan mengantar ke tempat asal jika penumpangnya tidak bisa lolos di Ketapang dan Gilimanuk

"Jaminannya mas, kalau gak lolos, sampean saya antar lagi ke rumah gausah bayar kalau gak lolos," kata AMP melalui rekaman suara yang ia kirimkan di pesan WhatsApp. 

Saat ditanya apakah ia bekerjasama dengan petugas di Gilimanuk, AMP tak menjawab.

Ia cuma meyakinkan bahwa penumpangnya pasti lolos sampai tempat tujuan.

"Intinya di Gilimanuk saya yang ngurus," katanya.

AMP mengaku tiket driver untuk Jember Bali saat ini sebesar Rp 300 ribu. "Tiketnya naik sekarang," ujarnya

Sebelumnya, AMP sempat mengunggah sebuah video di akun Facebooknya yang menayangkan dirinya bersama sejumlah penumpang yang berangkat dari Jawa ke Bali.

Dalam video berdurasi singkat itu, AMP berbicara "Penumpangku lolos kabeh iki lo lala percayo, aman lo (Penumpang saya lolos semua, ini lihat kalau tidak percaya)," kata AMP dalam video tersebut.

AMP tak hanya mengunggah video itu di akun pribadinya, melainkan menyebarkan ke grup-grup facebook dengan tujuan untuk menarik penumpang.

Di caption, AMP mencantumkan nomor whatsapp yang harus dihubungi jika mau naik di angkutannya.

Gelombang arus balik dari Pulau Jawa ke Bali terus bertambah sejak H+2 lebaran.


3.882 orang masuk Bali

Dari catatan Polda Bali dan otoritaw Pelabuhan Gilimanuk, tercatat sejak Rabu (27/5/2020) kemarin, sampai Kamis (28/5/2020) sudah ada 3.882 orang yang masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. 

"Kalau hari Rabu kemarin sebanyak 1.576 orang, Kamis 2.306 orang," kata Kasubdit Keselamatan dan Keamanan Ditlantas Polda Bali, Drs I Nyoman Sukasena melalui sambungan telepon, Jumat (29/5/2020)

Jumlah kendaraan yang tercatat masuk Bali melalui pelabuhan gilimanuk Rabu sampai Kamis kemarin sebanyak 2.573 unit baik roda dua maupun roda empat.

Sukasena menjelaskan, jumlah orang dan kendaraan yang masuk Bali pada H+2 dan H+3 lebaran kemarin jauh lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Pada 2018, jumlah penumpang dari Jawa ke Bali di Pelabuhan Gilimanuk pada H+2 dan H+3 lebaran sebanyak 92.911 orang, dan pada 2019 sebanyak 112.940 orang.

"Untuk penumpang tahun ini sedikit, karena kan syaratnya ketat.

Masuk Bali wajib bawa surat rapid test," kata Sukasena.

Adanya penumpang travel yang lolos tanpa surat rapid test di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk mendapat perhatian dari Kasubdit Keamanan dan Keselamatan Ditlantas Polda Bali, Drs I Nyoman Sukasena.

Ia mengakui banyak pihak yang memanfaatkan momen saat petugas lengah di Gilimanuk

"Orang orang itu nyari lengah petugas," kata Sukasena saat dikonfirmasi Sabtu (30/5/2020) 

Menurut Sukasena, meskipun ada yang bisa lolos di Ketapang dan Gilimanuk, belum tentu aman sampai tempat tujuan.

Sebab, di sejumlah wilayah sudah diperketat jika ingin tinggal di Bali.

Apalagi jika memasuki wilayah Denpasar, yang saat ini sudah menerapkan kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

"Gak apa apa, nasib bagus di Gilimanuk, di Denpasar mereka ketahuan," kata Sukasena

Ada Penumpang Travel Lolos Tanpa Surat Rapid Tes, Begini Kata Pejabat di Polda Bali

Mengenai informasi-informasi yang beredar di media sosial beberapa hari terakhir tentang banyaknya yang lolos di Pelabuhan Gilimanuk, kata Sukasena, sudah menjadi atensi dari tim Negara.

"Ya memang kami pantau ramai, pasti sudah ditangani oleh tim Negara," katanya

Saat ditanya apakah memang ada oknum petugas yang nakal di pintu-pintu masuk Bali, Sukasena tak mau berkomentar.

"Izin saya tidak tahu, mungkin bisa ditanya Kapolresnya (Kapolres Jembrana)," ujar Sukasena

Sebelumnya, seorang driver Jawa-Bali AMP mengaku bisa meloloskan penumpang dari Jawa ke Bali tanpa menggunakan hasil rapid tes non reaktif.

AMP mengaku bisa melobi petugas yang berjaga di Pelabuhan Gilimanuk untuk meloloskan semua penumpangnya tanpa rapid test

"Asal punya KTP, surat sehat, dan surat jalan ke Desa, bisa lolos. Gak perlu surat rapid test. Surat sehat cukup: Masalah rapid test, saya yang akan ngurus di Gilimanuk, dijamin lolos," kata AMP saat Tribun Bali berpura-pura menjadi calon penumpang dari Jember ke Bali, Jumat (29/5/2020) melalui pesan Whatsapp

Bahkan, AMP meyakinkan calon penumpangnya dengan cara mengembalikan seluruh uang dan mengantar ke tempat asal jika penumpangnya tidak bisa lolos di Ketapang dan Gilimanuk

"Jaminannya mas, kalau gak lolos, sampean saya antar lagi ke rumah, ga usah bayar kalau gak lolos," kata AMP melalui rekaman suara yang ia kirimkan di pesan Whatsapp

Saat ditanya apakah ia bekerja sama dengan petugas di Gilimanuk, AMP tak menjawab. Ia cuma meyakinkan bahwa penumpangnya pasti lolos sampai tempat tujuan.

"Intinya di Gilimanuk saya yang ngurus," katanya.

AMP mengaku tiket driver untuk Jember Bali saat ini sebesar Rp 300 ribu. "Tiketnya naik sekarang," ujarnya

Sebelumnya, AMP sempat mengunggah sebuah video di akun Facebook-nya yang menayangkan dirinya bersama sejumlah penumpang yang berangkat dari Jawa ke Bali.

Dalam video berdurasi singkat itu, AMP berbicara "Penumpangku lolos kabeh iki lo lala percayo, aman lo (Penumpang saya lolos semua, ini lihat kalau tidak percaya)," kata AMP dalam video tersebut

AMP tak hanya mengunggah video itu di akun pribadinya, melainkan menyebarkan ke grup-grup Facebook dengan tujuan untuk menarik penumpang.

Di caption, AMP mencantumkan nomor whatsapp yang harus dihubungi jika mau naik di angkutannya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar