Skip to main content

Tangis Pengemudi Ojol, Sepucuk Surat, dan Uang Rp 35.000 di Bawah Pintu

Seorang pengemudi ojek online (ojol) di Tasikmalaya, Jawa Barat, bernama Ade Alfian Ahmad (47) menjadi perbincangan lantaran kejujurannya.

Peristiwa itu bermula ketika Ade mendapatkan pesanan atas nama Taufik.

Ade mendatangi rumah Taufik di Kecamatan Tawang, Tasikmalaya.

Rupanya, Ade diminta mengantarkan istri Taufik ke kantor BJB Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Setibanya di lokasi, Ade mendapatkan pembayaran tunai dari istri Taufik.

Setelah Ade pergi, ia baru menyadari bahwa konsumennya telah membayar secara nontunai.

Artinya, Ade menerima dua kali pembayaran dari jasanya, yakni secara tunai dan nontunai.

Bingung, buat surat, dan kembalikan uang


Ade merasa resah dan bersalah lantaran tak teliti.
Ia pun memutuskan kembali mendatangi rumah Taufik, sang konsumen.

Namun, pengemudi ojol itu tak mendapati siapa pun setibanya di rumah Taufik.

"Saya coba ketuk-ketuk pintu rumahnya, tapi tidak ada orang dan kata tetangganya sedang bekerja, tidak ada siapa-siapa di rumah," tutur Ade.

Ia kemudian menulis surat permohonan maaf disertai uang kelebihan pembayaran. Dua benda itu Ade selipkan di bawah pintu rumah.

"Di sana saya bingung, karena jauh saya buat surat dan ingin mengembalikan ke rumahnya di Perum Casablanca, Kota Tasikmalaya. Karena tidak ada orang di rumah itu, saya selipkan surat dan uang lebih Rp 35.000 di bawah pintu," kata dia.

Konsumen kagum, unggah kejujuran Ade ke medsos
Beberapa saat kemudian, Ade mendapatkan telepon dari kantornya, Grab.

Rupanya, sang konsumen telah menemukan sepucuk surat Ade dan uang lebih yang diselipkan melalui bawah pintu.

Konsumen itu kagum dan mengunggah tindakan Ade ke media sosial.

Ade tak menyangka, apa yang dilakukannya menjadi sebuah cerita dan viral.

"Saya kaget, saya dipanggil karena viral surat saya. Saya hanya berniat ingin mengembalikan uang lebih saja, Pak," kata Ade yang bekerja dengan sepeda motor pink itu.

Menangis


Di satu sisi, Ade masih merasa menyesal lantaran tak teliti.
Penyesalan Ade itu bahkan membuatnya tak kuasa meneteskan air mata ketika Grab menghubunginya.

City Lead Grab Priangan Timur Jawa Barat Hirawan Wibisana mengemukakan, Ade merupakan sosok mitra yang menjadi teladan.

Ade diketahui aktif menjadi mitra Grab sejak akhir 2019.

"Pak Ade orangnya rajin dan kata rekan-rekannya selalu berangkat bekerja jadi ojol setelah shalat subuh setiap harinya. Tadi pas saat saya telepon, Pak Ade mengira kami adalah telepon penipuan, kan banyak tuh yang telepon atas nama Grab yang penipuan. Justru tadi Pak Ade menangis saat kami menanyakan hal itu, padahal Pak Ade sudah menjadi inspirasi karena kejujurannya," kata Hirawan, Rabu (8/7/2020).

Ade kembali menangis, merasa bersalah karena kelalaiannya saat bertemu dengan pihak Grab.

"Setelah ditelepon dan bertemu saya langsung, akhirnya Pak Ade kaget karena surat permohonan maaf bersama uang Rp 35.000 pembayaran lebihnya di-posting oleh konsumennya. Tadi pas ketemu menangis kembali, karena dirinya mengaku telah lalai dan tak teliti memeriksa metode pembayaran. Padahal, kami panggil untuk kami berterima kasih secara langsung," tambah dia.

Sumber: Kompas (Penulis : Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha | Editor : Abba Gabrilin)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar