Skip to main content

7 Tahun Ditinggal Uje, Umi Pipik Berlinang Air Mata Kenang Lika-liku Kehidupan Empat Anaknya: 'Mereka Dikelilingi Api...'

Tahun 2013 lalu, jagat dunia hiburan dikejutkan dengan kabar meninggalnya uztaz kondang tanah air, Ustaz Jefri Al Buchory.

Ustaz yang akrab disapa Uje itu meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan motor 26 April silam.

Kepergian Uje meninggalkan duka mendalam bagi keluarga terutama istri dan keempat anaknya yang saat itu masih kecil.

Kini, 7 tahun sudah Umi Pipik membesarkan keempat anaknya pasca kepergian sang suami.

Selama itu pula, Umi Pipik harus membanting tulang mengikuti jejak sang suami menjadi pendakwah untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Kini dua anaknya mulai tumbuh dewasa, Umi Pipik baru-baru ini berlinang air mata mengingat kembali perjuangan mereka.

Terutama yang dilalui Adiba dan Abidzar yang merupakan anak paling besar diantara dua adiknya yang lain.

Air mata Umi Pipik tumpah di depan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina di acara Okay Boss yang tayang di YouTube Trans 7 Official (13/10).

"Anak-anak itu segalanya lah ya, dia yang kadang-kadang pada nyebelin tapi ya ngangenin gitu," ucap Umi Pipik menahan isak tangis.

"Duh romantis banget, aku jadi ikutan," tutur Nagita Slavina ikut larut dalam suasana.

Umi Pipik lantas mengatakan bahwa dirinya sangat bangga karena anak-anaknya tumbuh dengan baik setelah melalui banyak hal.

"Saya sih bangga ya sama mereka, bangga kenapa karena di usia yang masih kecil-kecil saat itu mereka sudah ditempa dengan ujian yang luar biasa," ungkap Umi Pipik.

"Dari mulai ayahnya meninggal, terus kakeknya meninggal karena anak-anak dekat sekali dengan ayah saya," sambungnya.

Kehilangan dua figur yang menjadi tauladan dalam hidup, Umi Pipik mengatakan justru anak-anaknya lah yang menguatkan dirinya.

"Mereka yang usap-usap bersabar gitu, enggak lama juga rumah terbakar. Mereka juga masih kecil dan melihat langsung gitu. Mereka dikelilingi api, mereka melihat," kenangnya.

Tak cukup sampai di situ, bahkan setelah Adiba dan Abidzar tumbuh dewasa pun mereka masih harus menerima cobaan lagi.

"Bahkan sudah besar pun mereka juga diuji, ditempa dengan apa ya orang lain justru ya. Komentar yang buat kami kalau baca sedih, sakit," tutur Umi Pipik.

"Anak-anak kan juga punya perasaan, lebih ke kok enggak kayak ayahnya gitu apalah padahal manusia enggak ada yang sempurna. Almarhum pun juga enggak sempurna," jelasnya.

"Yah, anak-anak adalah teman hidup saya," pungkasnya.

Berbagai kejadian yang pernah dilewati anak-anaknya membuat Umi Pipik bangga telah berhasil membuat jiwa kuat di diri mereka.

Bahkan anak-anaknya pun justru lebih mementingkan kebahagiaan dirinya dibanding apapun untuk mereka sendiri.

(*)

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar