Skip to main content

Nasib Tiga Tahun jadi Denok Bini Ojak Berakhir Tragis, Tika Bravani Banjir Air Mata Terima Perlakuan Ini dari Sesama Pemain TOP: 'Enggak Ada yang Abadi...'


Kabar kurang menyenangkan datang dari sinetron tayangan kesayangan masyarakat, Tukang Ojek Pengkolan (TOP).

Seperti diketahui, selama masa pandemi covid-19 banyak orang memilih menghabiskan waktu dengan menonton TV.

Salah satu sinetron yang menjadi tayangan menarik setiap sore adalah Tukang Ojek Pengkolan (TOP).

Menceritakan tentang kehidupan masyarakat sederhana di kampung Rawa Bebek dengan tukang ojek sebagai tokoh utamanya.

Persahabatan antara tiga tukang ojek, Tisna, Ojak, dan Purnomo ikut mewarnai drama kehidupan pribadi mereka sehari-hari.

Namun belum lama ini masyarakat dibuat kecewa karena tokoh Mbak Denok istri Ojak yang diperankan oleh Tika Bravani diceritakan meninggal.

Padahal Denok dan Ojak tengah berbahagia karena kehadiran putra mereka, Boy Abdullah.

Denok diceritakan meninggal setelah terinfeksi covid-19 hingga membuat Ojak stres berat.

Apalagi ini kali kedua bagi Ojak kehilangan sang istri tercinta setelah sebelumnya ditinggal istri pertamanya karena kecelakaan.

Baru-baru ini, Tika Bravani yang memerankan Mba Denok akhirnya angkat bicara tentang alasannya hengkang dari TOP.

Melalui unggahan instagramnya, Tika mengungkap bahwa dirinya juga berat hati mengambil keputusan ini.


"TOP, Tukang Ojek Pengkolan, tempat kerja rasa rumah buat saya selama 3 tahun belakangan. Zona nyaman saya, bahkan bisa dibilang tempat saya mengalami banyak perubahan. Dari belum berjilbab, sampai berjilbab, dari belum punya anak sampai punya bayi selucu Kalam," tulis Tika Bravani.

"Di TOP pula identitas saya kerap berubah dari Tika Bravani menjadi Mbak Denok. Nggak apa-apa, saya senang sekali..tapi sayang, hari ini, di postingan ini, saya mau pamit sebagai Denok," sambungnya.

Tika mengaku alasan dirinya hengkang bukan semata-mata karena ingin menikmati momen kebersamaan dengan buah hatinya, Kalam.

"Bukan karena saya mau, bukan karena alasan anak, tapi ya memang begitu. Berat buat saya untuk berpisah dengan produksi terpanjang yg pernah saya jalani," ungkap Tika Bravani.

"Tapi tiap awal memang ada akhirnya, ngga ada yang abadi. Kenapa saya keluar dari TOP adalah jawaban yang sama seperti ketika ditanya.. kenapa masuk TOP?

Takdir

Kami aktor, masuk dan keluar dalam cerita sesuka yang punyanya. Sama seperti di dunia nyata.. manusia lahir dan kemudian akan mati sesuai kehendakNya,

"This is it.. saatnya saya kembali netral, mencoba keluar dari karakter Denok. Nggak gampang pasti, 3 tahun bukan waktu yang sebentar. Sungguh menjadi Denok yang terlalu lama bikin saya sekaku Denok juga. Semoga gak sia-sia ya.. syukur-syukur kalo selama ini menghibur (atau bikin kesel). Mungkin nanti saya berkarya lagi, mencari karakter baru, melakukan hal lain selain ke Rawa Bebek, entahlah..sekarang semua sedang tidak pasti. Tapi yang pasti, karakter sekarang yang harus saya jalani adalah....menjadi IRT dan ibu bagi Kalam. Mari fokus!

Oia 1 lagi... aku nggak covid beneran kok..

alhamdulillah sehat wal afiat," pungkasnya.

Tika juga mengaku bercucuran air mata setelah menyadari kini dirinya sudah bukan lagi keluarga TOP.

Meski begitu, ia terharu karena seluruh pemain dan crew masih begitu menaruh perhatian pada dirinya.

"Abis mewek malemnya dikirimin seafood..Kasih sayang nek emak ngga terputus yaa @irantypurnamasari," tulis Tika Bravani.


(*)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar