Skip to main content

8 Bulan Terseok Tanpa Pemasukan hingga Harus Gaji Karyawan dengan Uang Pribadi, Inul Daratista Mendadak Minta Maaf Karena Harus Lakukan Ini Pada Seluruh Karyawannya di Jakarta

 Pandemi Covid-19 ini seolah melumpuhkan perekonomian seluruh dunia.

Tak pandang buluh, bahkan para selebriti dan pengusaha pun banyak yang merasakan dampaknya.

Salah satunya adalah pedangdut Inul Daratista yang memiliki banyak bisnis di seluruh Indonesia.

Inul Daratista mengaku mem-PHK seluruh karyawannya yang ada di DKI Jakarta.

Seperti diketahui, pandemi Virus Corona (Covid-19) dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sangat berdampak pada bisnis karaoke Inul Daratista.

Sejak awal diberlakukan PSBB, Inul Daratista sebenarnya masih bisa membayar gaji karyawannya.

Meski pun hal itu mau tidak mau harus menggunakan dana pribadi lantaran tidak ada pemasukan.

Hal itu disampaikan Inul Daratista melalui tayangan di kanal YouTube KH Infotainment, Selasa (3/11/2020).

"Pakai uang perusahaan, kalau bertahan sudah pasti saat ini banyak nomboknya dari pada untungnya," ungkap Inul.

"Karena kita enggak ada omzet, nggak ada profit apapun jadi sebagian pakai uang sendiri untuk gaji karyawan," imbuhnya.

Inul membeberkan usaha hiburannya kini berangsur-angsur mulai dibuka.

Hanya saja, semua outlet karaoke Inul Vizta yang ada di Jakarta memang masih ditutupnya.

Bahkan, istri Adam Suseno itu terpaksa harus memberhentikan seluruh karyawannya yang ada di Jakarta.

"Kalau Jakarta belum, kalau di beberapa daerah yang lain udah oke," ungkap Inul.

"Semua aku PHK yang di Jakarta, maaf ya," imbuhnya lemas.

Tak dipungkiri, sudah kurang lebih delapan bulan pandemi memacetkan usahanya.

Mau tidak mau, Inul memang terpaksa harus mengambil keputusan berat tersebut.

Dari puluhan outlet, ada ratusan karyawan yang mesti terpaksa diberhentikannya.

"Karena udah delapan bulan lebih, jadi harap maklum," ungkap Inul.

"Kalau di daerah-daerah yang lain sih enggak ada, paling sebagian yang dirumahkan tapi mereka udah masuk kerja," imbuhnya.

"Hitung aja, satu outlet ada yang 75 karyawan. Kalau di atas 20 sampai 30 outlet hitung aja sendiri berapa tuh," pungkasnya.

(*)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar