Skip to main content

Selama Ini Selalu Diam, Nadya Mustika Mendadak Ungkap Soal Pahit Manis Kehidupan hingga Singgung Soal Mengalah


Rumah tangga Rizki D'Academy dan Nadya Mustika seolah tak pernah luput jadi sorotan.

Nama Rizki DA ini memanglah kerap kali menjadi perhatian publik.

Terlebih setelah ia menikahi seorang wanita yang bernama Nadya Mustika.

Pernikahan keduanya ini memanglah membuat masyarakat Indonesia terkejut.

Hal in lantaran sebelumnya Rizki DA ini adalah kekasih dari penyanyi dangdut Lesty Kejora.

Setelah pernikahan Rizki DA yang kontroversial ini, tak heran kalau gerak-geriknya dan sang istri menjadi perhatian.

Bahkan meski pernikahannya yang masih seumur jagung, berbagai gosip tak sedap terus saja datang silih berganti di kehidupan pasangan muda in.

Kini diketahui keduanya tak tinggal dalam satu atap.

Isu gonjang-ganjing rumah tangga Rizki DA dan Nadya Mustika hingga kini masih menjadi teka-teki.

Ngaku rumahnya baik-baik saja, nyatanya Nadya Mustika mengunggah foto dengan caption menohok.

Foto tersebut diunggah di Instagram pribadinya pada Senin (9/11).

Bak petir di siang bolong, Nadya Mustika malah menyinggung pahit manisnya hidup.

Ia bahkan mengungkapkan jika hidup manis, maka berakhir dengan rasa kebosanan.

"Hidup terbina antara pahit dan manis. Jikalau selalu saja pahit, hati akan menjadi rawan.

Dan kalau senantiasa saja manis, hati akan menjadi bosan. – HAMKA-" tulisnya.


Hal ini buka pertama kalinya Nadya mengungkapkan isi hatinya soal kegelisahan seorang wanita.

Tak ingin menyinggung siapapun, namun dalam unggahan ini Nadya bak mengisyaratkan isi hatinya.

Selain itu, dalam unggahan lain istri Rizky DA menyinggung soal belajar untuk mengalah.

Menurutnya mengalah bukan berarti kalah, ini adalah suatu proses hidup untuk menjadi kuat sehingga tak ada yang bisa mengalahkanmu.

Lebih lanjut, Nadya Mustika menyebut jika hidup sekali-kali boleh saja direndahkan.


Asal nantinya ke depannya kita tak direndahkan oleh orang lain.

"Belajarlah mengalah sampai tidak ada seorangpun yang bisa mengalahkanmu.

Dan belajarlah merendah, sampai tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu.

Karena bukan kesabaran jika masih memiliki batas, dan bukan keikhlasan jika masih merasakan sakit," tulis Nadya panjang lebar.

(*)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar