Skip to main content

Baim Wong Tak Tega Lihat Pengamen Tidur di Kolong Jembatan, Dapat Rp 50 Ribu Sehari Buat 3 Anak


Baim Wong tak tega lihat pengamen yang tidur di kolong jembatan. Berniat berikan bantuan agar punya tempat tinggal.

Baim Wong dikenal sebagai artis yang suka berbagi.

Pria yang kini dikenal sebagai YouTuber itu memiliki konten social experiment dengan membantu orang yang membutuhkan.

Salah satunya saat Baim Wong membantu seorang pengamen.


"Kuda lumping, ngamen," ujar Pak Satrio saat ditanya Baim Wong dikutip dari YouTube Baim Paula, Sabtu (12/12/2020).

Baim Wong lantas menanyakan apakah pria tersebut mengenal dirinya.

"Tahu saya siapa enggak?" tanya Baim.

"Tahu," kata Pak Satrio.

Suami Paula Verhoeven itu menanyakan apa pekerjaan pria tersebut sebelumnya.

"(Kuli) bangunan, dulu kesenian kuda lumping, karena tanggapan kurang jadi ke Jakarta.

Ada rombongannya," ceritanya.

Pria 43 tahun itu menceritakan tak bisa menyewa kos karena tak ada uang.

Penghasilannya yang hanya puluhan ribu sehari dikirimkan ke keluarga di kampung halaman.

"Nggak tentu, kadang 50 (ribu) kadang 20."

Sehingga dirinya tidur di kolong jembatan.

"Saya di Ciputat, di kolong jembatan," ujarnya.

Mendengarnya, Baim Wong sontak kaget,"Hah?"

"Tidur di kolong jembatan, keluarga di kampung, Temanggung," ceritanya.

"Kok di kolong jembatan? kenapa?" tanya Baim Wong.

Pak Satrio tidak memiliki pekerjaan tetap sehingga tidak ada penghasilan.

Semenjak pandemi corona dirinya tidak memiliki tempat tinggal.

Terkadang tidur di emperan toko di pasar.


"Tidurnya kalau malam di kolong jembatan, nggak kuat bayar kontrakan.

Sejak corona nggak pernah ngontrak.

Udah setahun, (tidur) di kolong jembatan, di pasar-pasar," ceritanya.

Baim lantas menyarakan agar Pak Satrio mencari pekerjaan lain.

"Cari kerjaan dong Kang."

"Numpuk numpuk lamaran doang, nggak pernah dipanggil," ujarnya.

Penghasilannya dari ngamen dikirimkan ke keluarga di Temanggung untuk membiayai ketiga anaknya.

Terkadang dirinya hanya mengirimkan Rp 200 ribu ke keluarga di kampung.

"Anak saya yang pertama kuliah, saya nyari kerjaan di sini susah.

Anak saya yang kedua kelas empat SD, yang terakhir kelas 1 SD," tuturnya.

"Berarti kerja buat keluarga ya," kata Baim Wong.

"Iya kalau ada kerjaan lain saya nggak mau (jadi pengamen)," timpal Pak Satrio.

Baim lantas menyayangkan ibadah Pak Satrio yang dilakukan hanya isya dan subuh.

Lantaran ketika siang dirinya memakai make up untuk bekerja.

Ayah Kiano Wong itu lantas menawarkan bantuan.

"Kalau saya bantuin janji salat nggak?" tanyanya yang dijawab anggukan Pak Satrio.

"Salat janji, bakal jadi orang baik."

Baim Wong kemudian beranjak pergi untuk mengambil uang di ATM.

"Kita kasih tempat tinggal yang layak, kita kasih pekerjaan belum tahu apa, yang sebidang sama dia.

Saya selalu hati-hati dalam setiap langkah saya.

Banyak orang yang bilang,'Jangan terlalu ini Im, sembarangan'

Banyak banget yang ngingetin saya seperti itu.

Saya tergerak dari hati kecil saya apa yang mau saya lakuin," tutur Baim Wong.

Saat kembali, Baim menanyakan pakaian-pakaian Pak Satrio.

Namun ternyata Pak Satrio tak memiliki baju.

Dirinya hanya memiliki satu baju yang dibawanya serta baju yang dipakainya saat ngamen.

"Baju satu doang, (celana) nggak ada."

Tak tega dengan kehidupan Pak Satrio, Baim Wong lantas memberikan bantuan.

Dirinya menjanjikan tempat tinggal.

"Saya coba test rapid ya, saya cariin tempat tinggal," kata Baim Wong.

Simak video selengkapnya:

youtube image

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar