Skip to main content

Bantah Jual Rumah Mewah Lina dan Kosan 32 Pintu, Teddy : Kalau Benar, Sudah Ditangkap Polisi Kali

Teddy Pardiyana dituding sudah menjual aset-aset harta warisan Lina, mulai dari kosan 32 pintu, rumah mewah, villa hingga mobil.

Hal itu diungkapkan oleh Rizky Febian dan tim kuasa hukumnya.

Mengetahui hal tersebut, Teddy pun akhirnya buka suara yang diwakili oleh pengacaranya, Ali Nurdin.

Awalnya, putra sulung Sule, Rizky Febian mempertanyakan kembali harta yang dulu ia titipkan pada mendiang ibunya.

Menurutnya sejak 2015, uang hasil keringatnya sebagai penyanyi itu dititipkan pada ibunya.

Kemudian, oleh Lina, uang itu pun dibelikan beberapa aset, seperti kosan 32 pintu, villa di Bandung, serta toko material.

Namun setelah Lina wafat, Rizky Febian menyebut ada informasi bahwa aset-aset Lina itu sudah dijual Teddy.

"Saya kaget, katanya villa rumah di Bandung sudah dijual, padahal itu hak Iky. Kalau dia menjual, otomatis itu melanggar hak.

Terus ada informasi, tiba-tiba ada 2 orang naruh di website kalau kosan mau dijual. Kenapa sampai sebegitunya," papar Rizky Febian, dlansir TribunnewsBogor.com dari Youtube KH Infotainment.

Belum lagi, mobil Innova milik Rizky Febian yang digunakan oleh Lina juga dikabarkan dijual oleh Teddy. 

"Ada informasi dijual, itu ditanyakan juga oleh Iky, kemana itu Kijang, kalau dijual, duitnya mana?" kata pengacara Rizky Febian, Bahyuni Zaili.

Selain itu, Rizky Febian juga mempertanyakan keberadaan perhiasan Lina total Rp 2 miliar yang kini tidak diketahui keberadaannya.

"Yang mau dipertanyakan adalah otomatis itu adalah hak saya, jadi ke mana?

Kan mama sudah tidak ada sekarang, saya pertanyakan hak saya ke mana? Jika ada pemasukan, pemasukanya berapa dan di mana?" tanya penyanyi yang akrab disapa Iky itu.

"Kita disini gak menuduh sama sekali, tapi kita mempertanyakan," imbuh sang kuasa hukum.

Melihat penuturan Rizky Febian, Teddy lewat pengacara Ali Nurdin pun buka suara.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube Seleb Oncom News, Ali Nurdin menyebutkan, mustahil Teddy menjual aset yang bukan atas namanya.

"Pendapat saya sih, agak lucu juga ya kalau memang katanya menjual aset berupa rumah padahal itu bukan atas nama si penjual," tutur Ali Nurdin dikutip TribunnewsBogor.com, Kamis (24/12/2020).


Menurut Ali Nurdin, Teddy tidak mungkin bisa menjual aset bangunan yang tertulis atas nama orang lain.

Jika benar Teddy menjualnya, maka besar kemungkinan telah terjadi sejumlah pemalsuan pada berkas-berkas bangunan.

"Misalnya atas nama Kang S atau ibu almarhum tapi dijual oleh saudara Teddy, saya pikir itu mustahil ya. Nggak mungkin itu. Sama sekali nggak mungkin," tegasnya.

"Kalau itu memang harta gono-gini terus dijual sama suami yang baru caranya gimana? Kan pasti ada pemalsuan. Itu kan merembet," lanjut Ali.

Kemudian, Teddy lewat pengacaranya menegaskan menjual rumah tidak semudah menjual pisang goreng.

"Jual rumah itu bukan, enggak (semudah) jual bala-bala atau jual pisang goreng," tegas Teddy, dikutip sang pengacara.

Ali lantas menjelaskan, bahwa dalam menjual rumah terdapat beberapa pihak yang dilibatkan, di antaranya yakni notaris yang melakukan pengecekan.


"Ada pihak lain yang dilibatkan, yaitu pejabat pembuat akta tanah, ada notaris disitu.

"Notaris juga akan melakukan pengecekan. Ini rumah ini atas nama siapa, KTPnya mana, kartu keluarganya mana, surat pembayaran pajaknya mana.

"Jadi saya pikir nggak mungkin si Teddy menjual aset yang bukan atas nama dia. Nggak mungkin sama sekali," jelas Ali Nurdin.

Seandainya benar menjual aset yang bukan haknya, Teddy pun mungkin akan dicurigai  sudah memalsukan dokumen.

Jika tudingan itu benar, maka Teddy seharusnya sudah ditangkap oleh pihak kepolisian.

"Kalau toh memang ini benar terjadi, ini pasti akan ada pemalsuan," kata Ali Nurdin mengutip kata-kata Teddy.


"Jangankan sampai hari ini. Mungkin pada saat sebulan atau dua bulan kemarin, Teddy udah ditangkap sama kepolisian kali karena melakukan pemalsuan," tegasnya.

"Karena saya yakin pihak sana (Sule) akan melakukan pelaporan kepolisian," ungkapnya.

Kembali, Ali Nurdin mengeaskan Teddy tidak mungkin menjual aset peninggalan Lina.

"Jadi saya pikir gak mungkin kalau ada aset, rumah dan lain dijual ( Teddy), Saya pikir gak mungkin !," tegas Ali Nurdin.

youtube image

(*)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar