Skip to main content

Kembang Desa Merantau ke Ibukota Jadi PSK, Ada Gadis 18 Tahun dari Sumedang, Gaet Pelanggan di Cafe

Sebanyak 7 gadis cantik yang merupakan kembang desa pergi merantau ke ibukota untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Namun, apa boleh buat, persaingan yang tinggi di ibukota dalam mendapatkan pekerjaan, membuat para kembang desa ini tersingkir dalam persaingan mendapatkan pekerjaan yang bagus.

Mereka pun kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan, karena minimnya lowongan kerja dan mereka tidak sesuai dengan spesifikasi lowongan kerja yang tersedia.

Akhirnya, mereka mengambil jalan cepat untuk mendapatkan uang sehingga mereka nekat menjadi pekerja seks komersial.

Tanpa harus bekerja keras membanting tulang, mereka bisa mendapatkan uang hanya dengan menguras keringat di ranjang bersama pria hidung belang.

Jalan yang mereka tempuh ini tidaklah patut dicontoh, masih banyak pekerjaan hahal yang bisa dilakukan untuk menjalani kehidupan ini.

Menjadi wanita pemuas nafsu pria hidung belang adalah dosa besar, karena perbuatan itu adalah zina.

Kondisi ini terungkap setelah polisi menangkap 7 wanita muda yang tertangkap basah bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK) di Kabupaten Indramayu.

Di antaranya wanita muda kembang desa itu berinisial SL (21), FY (22), NL (21), WA (23), TH (33) merupakan warga Kabupaten Indramayu.

Sementara sisanya adalah RD (18) merupakan warga Kabupaten Sumedang dan KT (23) warga Kota Bogor.

Ketujuhnya diperintahkan melayani laki-laki hidung belang oleh dua muncikari berinisial S als Papi (49) dan D als Mami (40).

"Sementara yang kita temukan adalah direkrut dari kampung di wilayah Indramayu dan dipekerjakannya pun di wilayah Indramayu," ujar Kapolres Indramayu AKBP Hafidh Susilo Herlambang didampingi Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Luthfi Olot Gigantara saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Kamis (31/12/2020).

Kini semua korban dan pelaku sudah diamankan polisi.

Mereka ditangkap di sebuah kafe di wilayah Kecamatan Losarang pada Minggu (20/12/2020) sekitar pukul 00.30 WIB.

Dari tangan pelaku polisi mengamankan beberapa barang bukti mulai dari uang tunai senilai Rp 4.460.000 dan 4 lembar nota pembayaran.

Untuk para korban, polisi juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Indramayu sebagai tindak lanjut.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 2 ayat 2 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO)," ujar dia.

Suami Jual Istri ke Pria Hidung Belang

Beralasan tak kuat melayani hasrat seksual istri yang tinggi, seorang suami di Madura tega menjual tubuh istri sirinya ke pria hidung belang.

Ia bahkan memajang foto telanjang sang istri di media sosial untuk dijajakan ke pelanggan.

Saat menjajakan tubuh sang istri, ia menawarkan layanan threesome atau berhubungan intim bertiga.

Berdasarkan pengakuannya, ia nekat melakukan hal itu karena tak kuat melayani hasrat seksual sang istri yang tinggi.

Selain itu, kebutuhan ekonomi juga jadi alasan pria itu untuk memanfaatkan tubuh istrinya.

Dilansir dari TribunJatim.com Rabu, (28/10/2020), jasa layanan seks dengan menawarkan istri sirinya itu dilakukan oleh seorang pria bernama Taufik (43) warga Pamekasan, Madura.

Sang istri sirinya itu bernama Sitti (38).

Selain Sitii, Taufik juga diketahui sudah memiliki istri sah.

Dalam melancarkan aksinya, Taufik menawarkan jasal layanan seks itu melalui media sosial Twitter.

Melalui akun media sosial Twitter Pasutrib, ia memajang foto telanjang Sitti demi menggaet pelanggannya.

 "Awalnya melalui direct massage di Twitter.

Lalu berlanjut ke nomor whatsapp dan janjian untuk menentukan jadwal maupun lokasi dan tarif," kata Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Fauzy Pratama, Selasa (27/10/2020).

Penangkapan Taufik dilakukan polisi seusai melakukan patroli cyber.

Saat ditangkap, Taufik dan istrinya ia akan melayani pria hidung belang dengan jasa layanan seks threesome di salah satu hotel wilayah Jemursari Surabaya, Sabtu (24/10/2020).

Saat menjajakan Sitti, Taufik mematok tarif 1 juta rupiah untuk sekali layanan.

"Pakai uang muka dilakukan secara transfer sebesar 200 ribu.

Sisanya dibayar di tempat," tambahnya.

Berdasarkan hasil penyidikan polisi, tersangka Taufik sudah kerap menjajakan Sitti ke pria hidung belang di Surabaya.

"Beberapa kali.

Namun pastinya masih kami dalami karena hotelnya mesti berubah tergantung request tamunya," tandas Fauzy.

 Sementara itu, Taufik mengaku nekat menjajakan istri sirinya karena tak kuat melayani hasrat seks sang istri yang tinggi.

"Fantasinya kerap mau threesome akhrinya ya karena kebutuhan hidup juga jadi bisa dimanfaatkan.

Hasrat seksnya terpenuhi dan kami bisa dapat uang untuk kebutuhan sehari-hari," akunya.

Kasus Serupa

Kasus Suami menjual istrinya ke pria hidung belang kembali terjadi.

Bahkan, ia juga sempat ikut 'main' alias threesome.

Hal itu baru terungkap berdasarkan pengakuan pelaku dan korban yang merupakan istrinya sendiri.

Dilansir dari Kompas.com, kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang melibatkan pasangan suami istri, EY (48) dan H (51), menguak fakta baru yang cukup mencengangkan.

Selain praktik prostitusi tersebut dilakukan atas kesepakatan berdua, tersangka juga kadang ikut 'main' saat istrinya sedang melayani pelanggan.

“Dari enam kali istrinya melayani pelanggan sejak awal tahun ini, tersangka mengaku sempat beberapa kali ikut main,” kata Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Anton kepada Kompas.com di halaman Mapolres Cianjur, Senin (20/7/2020).

Praktik threesome tersebut, sebut Anton, dilakukan atas kesepakatan bertiga, antara tersangka, korban atau istrinya, dan pelanggan.

“Namun, tersangka juga pernah hanya menonton, tidak ikut main,” ujar dia.

Disebutkan, tersangka sendiri diamankan bersama korban di sebuah kamar penginapan.

"Tersangka mengantar istrinya untuk melayani pelanggan. Saat kita amankan, diduga mereka akan berbuat itu juga (threesome) dengan calon pelanggannya," kata Anton.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diduga mempekerjakan istrinya sebagai pekerja seks.

Pelaku berinisial EY (48) menjajakan istrinya H (51) lewat aplikasi pesan MiChat dengan tarif Rp 400.000 sekali kencan.

Praktik prostitusi online ini terbongkar saat polisi mengamankan pelaku dan korban dari sebuah penginapan di daerah Cibeber.

Dari tangan pelaku diamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dua telepon seluler, uang tunai sebesar Rp 400.000, dan dua bungkus kondom belum pakai.

Pelaku diancam pasal berlapis tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan atau Pasal 296 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

(*)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar