Skip to main content

Kuburkan Anak Kambing, Begitu Makam Dibongkar Petani Ini Syok Tau Isinya, Istri Kini jadi Tersangka


TH (42) seorang petani ini sepulang dari sawah menemukan benda berbalut selendang dilapisi karung plastik.

Benda itu persis ditemukannya di pintu rumah bagian dalam.

Karena benda itu mengeluarkan bau busuk, TH berinisiatif menguburkannya.

Karena TH mengira benda itu adalah bangkai anak kambing.

Tanpa membuka lagi puntelan tersebut, TH menguburkannya.

Namun, betapa terkejutnya TH warga Dusun Sanggrahan, Desa Mojotengah, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung ini.

Begitu ia mengetahui isi benda yang dikuburkannya tersebut.

Peristiwa itu terbongkar saat TH menceritakan kepada warga sekitar, serta menanyakan siapa yang sudah menaruh dugaan bangkai anak kambing di rumahnya.

Atas pertanyaan dari TH, warga pun bersama ketua RT setempat mengajak TH untuk melihat langsung bangkai anak kambing yang dimaksudkan.

"Kemudian dibongkar sama pak RT dan warga tempat saya menguburkan, ternyata bayi. Saya sama sekali tidak tahu," ujarnya, Rabu (16/12/2020) dikutip Sripoku.com dari Tribunnews.com.

Ternyata anak kambing yang dikuburkan TH adalah anak keempatnya, yang baru lahir.

Kini sang istri P (42) sudah ditetapkan sebagai tersangka, dalam kasus tersebut.

Namun, sang suami mengaku tidak mengetahui jika yang dikuburkan adalah bayi.

Kasus tersebut terus dikembangkan oleh Unit Reskrim Polsek Kedu bersama Satreskrim Polres Temanggung untuk membongkar yang terlibat dalam pembunuhan.

Suami tersangka, TH (42) yang menguburkan jasad anaknya hingga kini masih menjadi saksi perkara.

TH sendiri menjelaskan, ia mengaku tidak mengetahui bahwa yang dikuburkannya adalah seorang bayi juga anaknya.

Katanya, ia pikir benda berbalut selendang dilapisi karung plastik yang ditemukannya adalah bangkai anak kambing.

"Saya sama sekali tidak membuka buntelan (bungkusan) itu.

Langsung saya ambil cangkul dan menguburnya," terangnya di Mapolsek Kedu, Selasa (15/12/2020).

Penguburan jasad bayi itu, menurut TH terjadi pada, Jumat (11/12/2020) lalu.

Diketahui, korban merupakan bayi berjenis kelamin laki-laki yang dilahirkan pada, Kamis (10/12/2020) dari rahim seorang ibu berinisial P(42).

Korban merupakan anak ke-4 dari pasangan P dan TH.

Anak pertamanya sudah menikah dan dikaruniai seorang anak, sedangkan anak kedua dan ketiga saat ini menempuh pendidikan di pondok pesantren dan sekolah SD.

"Saya tahu bayi ya setelah dibongkar warga, sama sekali tidak tahu," ucapnya.

TH mengaku tidak mengetahui kalau istrinya hamil.

Katanya, saat itu, ia sibuk bekerja untuk menafkahi keluarganya.

TH pun mengaku sudah jarang tidur bersama sang istri dalam beberapa pekan terakhir.

"Saya sudah jarang tidur satu kamar dengan istri akhir-akhir ini.

Dia tidak mau kalau saya temani, saya juga tidak tahu kalau (dia) hamil karena badan istri saya juga agak gemuk.

Ditanya hamil tidak, dia jawab tidak hamil," jelas TH.

Bapak 4 anak itu pun mengaku terpukul karena anak keempatnya kini sudah meninggal.

Ia mengaku heran kepada sang istri yang tega membunuh anak kandungnya usai dilahirkan.

Kini, TH masih merawat sang istri di RSUD Temanggung karena mengalami gejala komplikasi usai melahirkan.

Kasus tersebut hingga kini masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Kedu bersama Satreskrim Polres Temanggung.

Kondisi Terkini

Unit Reskrim Polsek Kedu Kabupaten Temanggung telah melakukan pemeriksaan terhadap 4 saksi terkait pembunuhan bayi oleh tersangka P (42) ibu kandung di Dusun Sanggrahan, Desa Mojotengah Kecamatan Kedu.

Masing-masing adalah suami tersangka berinisial TH (42) dan 3 warga sekitar yang terlibat dalam pembongkaran makam.

Kapolsek Kedu Polres Temanggung, Iptu Sigit Dwi Setiawan, mengatakan berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP, ibu kandung bayi laki-laki itu sudah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan.

Katanya, pihak penyidik saat ini masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman saksi-saksi yang keterkaitan dengan kejadian.

"Jumlah saksi sudah 4 orang dan tidak menutup kemungkinan bakal ada saksi lagi yang nantinya dilakukan pemeriksaan," ujar Kapolsek Kedu di Mapolsek, Selasa (15/12/2020).

Iptu Sigit menjelaskan, tersangka P(42) saat ini masih belum bisa dilakukan penyidikan. Katanya, tersangka masih menjalani perawatan di RSUD karena mengalami pendarahan hebat usai melahirkan.

"Kondisi tersangka karena kemarin mengalami sakit, (saat ini) menjalani rawat inap di RSUD. Kesehatan tersangka sudah mulai membaik. Masih menunggu izin dokter rumah sakit," terangnya.

Pihak kepolisian berharap kesehatan tersangka segera membaik agar bisa dilakukan penyidikan dengan segera.

Terkait kemungkinan adanya dugaan keterlibatan suami tersangka, Iptu Sigit memastikan bahwa hasil penyelidikan saat ini, suami belum ditetapkan sebagai tersangka.

Pihaknya masih terus melakukan pendalaman kasus melalui saksi-saksi untuk mengungkap siapa saja yang dimungkinkan terlibat atas pembunuhan bayi tersebut.

"Keterlibatan suami belum ditemukan."

"Masih kami lakukan pendalaman lagi melalui saksi-saksi," tuturnya.

Atas kejadian tersebut, tersangka dijerat Pasal premier Pasal 80 ayat 3 dan 4 juncto Pasal 76c Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak subsidar pasal 341 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

"Namun karena ini dilakukan dengan tersangka ibu kandung, ancaman ditambah sepertiga dari ancaman hukuman pokok," jelas Kapolsek.

Sumber : (TribunJateng, Saiful Ma'sum)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar