Skip to main content

Sempat 'Menghilang', Bagyo Penantang Anak Presiden Jokowi, Dijumpai Masih Menyapu & Tenda Dibongkar

Teka-teki keberadaan Bagyo Wahyono sang Calon Wali Kota Solo penantang Gibran Rakabuming Raka akhirnya terjawab.

Ya, sempat 'menghilang' setelah pencoblosan Rabu (9/12/2020), tukang jahit itu dijumpai di rumahnya tengah menyapu halaman, Kamis (10/12/2020). 

Dia tengah asyik meliuk-liukkan sapu lidi di depan rumahnya di RT 3 RW 6 Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Kota Solo.

Bahkan pasangan FX Supardjo yang biasanya rapi dan klimis dengan batik atau kemeja hitam kebesarannya hingga bersepatu, kini tampil beda.

Saat itu dijumpai di rumah Bagyo hanya mengenakan kaus oblon, celana kolor panjang dan sendal slop sehingga tampil santai.

Tak lupa ikat berwarna hitam setiap menempel di kepalanya.

Pantauan TribunSolo.com di lapangan, tenda yang berada di rumah tukang jahit tersebut sudah di bongkar. 

Susana riuh yang ada kemarin, Rabu (10/12/2020) tak tampak lagi dan kini sepi.

Layar televisi yang berada di luar rumah Bagyo juga sudah dicopot. 

Bagyo mengatakan, dirinya sudah legowo dengan hasil pemilihan yang dia pantau melalui hitung cepat. 

"Saya sudah legowo," tutur Bagyo dengan nada tegas.

Menrutnya, jumlah suara yang mereka dapatkan pada Pilkada Solo ini sesuai perhitungan timnya ada 35 ribuan. 

Hal ini membuktikan suara yang mereka dapatkan sama seperti jumlah KTP yang mereka gunakan untuk mendaftar di KPU sebagai syarat calon maju Pilkada Solo.

"Kami sampai saat ini terus mendata jumlah C1 yang masuk, ada tim semua nanti ditaruh di sini," kata dia. 

Bagyo setelah pencoblosan ini kegiatannya banyak dilakukan di rumah. 

Seperti hari ini, dia menghabiskan waktu menyapu halaman depan rumah. 

Tidur Setelah Pencoblosan

Calon Wali Kota Solo Bagyo Wahyono tidak terlihat setelah pencoblosan Pilkada Solo, Rabu (9/12/2020).

Bagyo Wahyono mencoblos di TPS 8 RT 3 RW 6 Kampung/Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Solo.

Sewajarnya seorang peserta Pilkada, sosok Bagyo pun dicari-cari sejumlah wartawan.

Setelah pencoblosan tersebut, Bagyo tidak terlihat di tenda poskonya tersebut.

Ketua Pemenangan Bajo Sigit Prawoso mengaku, Bagyo memang tidak terlihat.

Ia menjawab, Bagyo ternyata sedang tidur dan beristirahat di rumah.

"Beliau tidur, istirahat," papar Sigit, Rabu (9/12/2020).

Dia membeberkan, Bagyo semalaman memang begadang.

Sigit mengatakan, Bagyo melakukan tirakat seperti masukan dari beberapa teman, dia bertirakat sampai pencoblosan lagi hari.

"Saya lihat tadi jam 12 siang capek sekali, saya minta istirahat," kata Sigit.

Beda dengan Bagyo, Gibran sangat aktif setelah mencoblos.

Setelah mencoblos, Gibran diketahui takziah ke rumah duka almarhum Suyanto Soemowinoto, ayahanda dari salah satu relawan pemenangan pasangan Gibran, Teguh Prakosa, Rabu (09/12/2020).

Gibran kemudian lanjut bertemu wartawan di sesi jumpa pers terkait hasil Pilkada Solo 2020.

Kalah di Kandang Sendiri

Bagyo sendiri kalah telak dari Gibran berdasar versi hasil hitung cepat sejumlah lembaga survey nasional. 

Bahkan, dari hasil manual, Bagyo juga kalah di rumahnya sendiri.

Herannya, meski kalah, kekalahan Bagyo Wahyono di kandang sendiri di TPS 8 RT 3 RW 6 Kampung/Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan masih dilihat positif oleh Tim Pemenang.

Bagyo hanya mendapatkan 58 suara dan Gibran menang telak 146 suara.

Ketua Pemenangan Bajo Sigit Prawoso mengatakan, dalam perhelatan ini, Independen memang belum mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Apalagi, kawasan rumah Bagyo menurut dia masih didominasi oleh PDI Perjuangan.

"Masyarakat belum begitu memahami dan menerima Independen," papar Sigit, Rabu (9/12/2020).

"Disini (kawasan rumah Bagyo) mayoritas markas besar PDI Perjuangan," kata Sigit.

Dia beranggapan capaian 58 suara di TPS 8 Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan ini sudah luar biasa.

"Hasilnya tetap luar biasa karena Independen baru muncul sekarang ini," kata Sigit.

Sebelumnya, Calon Wali Kota Solo Bagyo Wahyono kalah di TPS 8 RT 3 RW 6 Kampung/Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan.

TPS tersebut berada di depan rumah Bagyo Wahyono.

Pantauan di lapangan, hasil dari penghitungan suara tersebut Gibran mendapatkan 146 suara.

Sementara, Bagyo Wahyono mendapatkan 58 suara.

Diketahui ada suara tidak sah sebanyak 45 suara.

Total suara sah ada 204.

Sementara, total suara sah dan tidak sah 249.

Sementara, jumlah DPT yang tidak hadir 179 dari total 428 DPT.

Penghitungan dimulai pukul 13.45 WIB sampai pukul 14.55 WIB.

Diketahui, masyarakat terlihat antusias dengan penghitungan tersebut. (*)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar