Skip to main content

Sudah Diterima 11 Juta Pekerja, Pemerintah Kembali Cairkan BLT Subsidi Gaji, Pegawai yang Resign Juga Bisa Dapat!



BLT Subsidi Gaji atau bantuan subsidi upah (BSU) menjadi salah satu program pemerintah di tengah pandemi.

Bantuan ini diberikan kepada seluruh karyawan swasta yang memenuhi persyaratan.

BLT subsidi gaji ini sudah mulai disalurkan sejak September 2020 lalu, dan kini sudah masuk pada termin II.

Kini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali mencairkan bantuan subsidi upah/gaji (BSU) termin II.

Penyaluran bantuan tahap V untuk 548.211 pekerja ini dilakukan pada Selasa (8/12/2020).

Dengan begitu, data Kemnaker per 8 Desember 2020, subsidi gaji termin II telah dicairkan untuk 11.023.780 pekerja yang terbagi dalam lima tahap. Berikut rinciannya:

Tahap I: penyaluran BSU mencapai 2.177.915 penerima.

Tahap II: penyaluran BSU mencapai 2.711.358 penerima.

Tahap III: penyaluran BSU mencapai 3.146.314 penerima.

Tahap IV: penyaluran BSU mencapai 2.439.982 penerima.

Tahap V: penyaluran BSU mencapai 548.211 penerima.

Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama Hubungan Industrial Kemnaker, Aswansyah, mengatakan penyaluran subsidi gaji termin II akan terus berlangsung.

Pekan depan, menurutnya akan dicairkan BSU tahap VI.

"Mudah-mudahan minggu depan bisa cair," ujar Aswansyah saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (12/12/2020).

Pemerintah menargetkan subsidi gaji termin II sebesar Rp 1,2 juta dapat disalurkan kepada 12,4 juta pekerja. Penerima merupakan pekerja swasta dan honorer dengan gaji di bawah Rp 5 juta dan terdaftar aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan per 30 Juni.

"Kita terus mempercepat penyaluran bantuan subsidi gaji atau upah sampai 12,4 juta penerima sehingga bisa segera diterima oleh para pekerja/buruh sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan," ujar Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (11/12/2020).

"Sampai saat ini data penyalurannya sudah mencapai sebanyak 11 juta orang, dan kini sedang dalam proses dilanjutkan, hingga mencapai penerima di termin pertama sebesar 12,4 juta," lanjut dia.

Untuk memastikan tepat sasaran, dalam proses penyaluran BSU, Kemnaker berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), DJP Kemenkeu, BPJS Ketenagakerjaan, dan Bank Himbara.

Belum dapat sejak termin I

Sebelumnya, terdapat 151.123 pekerja yang tercatat pada termin I belum mendapatkan bantuan subsidi gaji lantaran adanya kendala pada rekening.

Melansir pemberitaan Kompas.com, Kamis (3/12/2020), Aswansyah menjelaskan penyaluran bantuan dari 151.123 rekening dengan BSU termin II tahap VI nantinya akan dipisah.

Ia menambahkan, pencairan BSU termin I dan termin II ditargetkan harus selesai sebelum 2021.

Namun, tidak hanya pekerja aktif yang berhak mendapatkan BSU, korban PHK atau resign pun berhak mendapatkan bantuan langsung dari pemerintah tersebut.

Korban PHK berhak mendapatkan BSU jika yang bersangkutan mendapat SMS dari BPJS Ketenagakerjaan.

SMS notifikasi BSU adalah pesan pemberitahuan berupa link unik personal untuk pelaporan data tenaga kerja yang berhak sebagai calon penerima BSU.

Kemudian, penerima akan diarahkan untuk melakukan registrasi dan mendapatkan nomor rekening bank.

Apabila terjadi kesalahan pengisian, maka akan muncul notifikasi.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar