Skip to main content

Video Via Vallen Ditegur Hakim Gara-gara Posisi Duduknya saat Sidang: Anda di Pojok Ngapain?


Video Via Vallen ditegur hakim saat menjalani sidang kasus pembakaran mobil Alphard miliknya menjadi perbincangan.

Via Vallen sempat ditegur hakim karena posisi duduknya yang dinilai tidak elok.

Sementara itu, Via Vallen berstatus sebagai saksi dalam perisdangan tersebut.

Diketahui, sidang kasus Via Vallen itu digelar di Pengadilan Negeri Sidoarjo pada Senin (7/12/2020).


Pelantun lagu "Sayang" itu tampak hadir mengenakan kemeja putih dan celana kain berwarna cokelat.

Di sidang tersebut, Via Vallen memberikan keterangan terkait peristiwa yang dialaminya 6 bulan lalu.

Namun, saat sidang berlangsung, Via Vallen sempat mendapat teguran dari Majelis Hakim.

Majelis Hakim menegur Via Vallen lantaran posisi duduknya dinilai tidak elok.

Hal itu terlihat di video yang diunggah di kanal YouTube STARPRO Indonesia pada Jumat (11/12/2020).

"Anda tadi duduk di pojok sana ngapain?," tanya hakim.

Tampak seorang hakim wanita memandang Via Vallen secara tajam.


Sementara itu, Via Vallen tampak tak banyak bicara ketika ditegur demikian.

Hakim juga menyebut perilaku Via Vallen sebagai artis papan atas Tanah Air.

"Itu risiko menjadi artis terkenal," lanjut hakim dikutip via Tribunstyle.com Jalani Sidang Kasus Pembakaran Mobil, Via Vallen Ditegur Hakim Gara-gara Posisi Duduknya

Selain itu, Majelis Hakim juga menyinggung soal ketidakhadiran Via Vallen di sidang sebelumnya.

Selesai sidang, Via Vallen pun meladeni pertanyaan dari awak media.

Di kesempatan itu, Via Vallen membeberkan alasannya tak hadir di sidang sebelumnya.

Via Vallen mengaku dirinya menyanggupi hadir di persidangan tanggal 26 November 2020 lalu.

Kendati demikian, persidangan kala itu harus dibatalkan karena adanya protokol kesehatan.

Kemudian, sidang kembali digelar pada tanggal 2 Desember 2020.

Namun, Via Vallen mengungkapkan dirinya tak bisa hadir karena adanya kontrak kerja pada hari itu.

"Sebenarnya penjadwalan sidang ini tanggal 26 November, tapi hari H di-cancel karena ada protokol kesehatan," ujar Via Vallen.

"Besoknya ternyata dapat panggilan lagi tanggal 2 Desember.

Sedangkan saya ada kontrak yang nggak mungkin saya cancel," imbuhnya.

Lebih lanjut, Via Vallen menegaskan dirinya tak berusaha menghindar dari persidangan tersebut.

"Jadi bukan karena saya sengaja ngehindar nggak mau datang ke persidangan itu salah besar," pungkasnya.

Berikut video lengkapnya:

youtube image

Penyebab Pije Nekat Bakar Mobil Alphard Via Vallen

Sosok Pije (41), tersangka pembakar mobil Alphard Via Vallen menyimpan amarah sebelum melakukan aksi nekatnya. 

Rupanya Pije yang mengaku fans berat VIa Vallen sakit hati dengan orang di sekitar pedangdut asal Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.  

Sakit hati Pije dipicu ucapan orang di sekitar Via Vallen kepadanya. 

Ceritanya, Pije nekat datang dari Cikarang ke SIdoarjo demi bertemu dengan sang idola, Via Vallen,

"Pelaku adalah warga Sumatra Utara yang tinggal di rumah kontrakannya di Cikarang. Sehari-hari kerja serabutan, jualan celana, kaos, dan sebagainya.

Dia mengaku nekat jauh-jauh ke Sidoarjo dengan nggandol truk dan sebagainya demi bertemu langsung dengan Via Vallen. Dia fans berat," terang Kapolres Sidoarjo Kombes Pol Sumardji, Rabi (1/7/2020).

Namun, sesampai di rumah Via Vallen di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Pije mengaku mendapat sambutan yang kurang baik dari orang yang menemuinya. 

"Dia dua kali ke rumah Via Vallen. Tapi tidak ketemu Via Vallen langsung. Hanya ditemui seseorang, tapi dia mengaku tersinggung lantaran perkataan orang itu tidak enak didengar.

Seperti menyebut kotor, lusuh, dan sebagainya. Itu pengakuan pelaku," ungkap kapolres.

Karena itulah diduga Pije sakit hati.

Dia kemudian datang lagi ke rumah Via Vallen dini hari kemarin. Kemudian membakar mobil mewah milik Via Vallen yang terparkir di samping rumah.

Meski ada bukti botol berisi bensin dan sebagainya, pelaku mengaku tidak merencanakan aksi itu.

Hanya spontan menyiramkan bensin kemudian membakar kertas dengan korek api yang dibawanya.

Kini, Pije sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembakaran mobil Alphard Via Vallen. 

"Penanganan perkara ini sudah kita naikkan ke penyidikan. Yang bersangkutan sudah ditetapkan jadi tersangka," kata Kapresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji, Rabu (1/7/2020).

Sementara itu, pihak Via Vallen membantah pengakuan Pije terkait alasannya membakar mobil Via Vallen.

Pije dijerat pasal 187 ayat 1 KUHP tentang pembakaran. Namun, polisi mengaku masih berupaya mendalami kasus ini. 
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar