Skip to main content

Dituduh Pakai Guna-Guna Demi Mendapatkan Indah Permatasari, Arie Kriting Buka Suara

 Di tengah kebahagiaan dua sejoli tersebut rupanya ada seseorang yang amat tersakiti hatinya lantaran pernikahan tersebut.

Ialah Nursyah, Ibu kandung Indah Permatasari.

Nursyah membeberkan jika sampai kapanpun ia tak akan pernah merestui pernikahan anaknya tersebut dengan sang komika.

Melansir Tribunnewsbogor.com, ibunda Indah menuding Arie Kriting pakai pelet dan ilmu hitam untuk dapatkan cinta Indah Permatasari, sejak 3 tahun pacaran hingga kemudian menikah, pada Selasa (12/01).

Hal tersebut diungkapkan ibunda Indah Permatasari yang kini sudah jadi mertua Arie Kriting.

Tudingan yang dilontarkan Nursyah itu berawal dari sikap Indah Permatasari yang mendadak berubah semenjak pacaran dengan Arie Kriting.

Mulai dari sering pulang malam, berbohong hingga berbuat kasar pada orangtua.

“Dengan izin Allah, saat saya turun (bis) saya liat Indah turun gojek. Saya peluk dia, dia banting badan saya di pinggir jalan.

Indah pulang saya bilang, dia bilang 'apa sih mami, apasih maumu' 'Mami saya muak sama kamu'. Dia bilang itu sama saya,” kata Nursyah.

Ibunda Indah pun sempat menuding Arie Kriting sudah mencuci otaknya Indah Permatasari.

"Saya gak pernah kasar urus anak, cuma ini saja kenapa bisa beda sekali ini anak. Jangan dicuci otak anak saya,” kata Nursyah.

Saking drastisnya perubahan Indah Permatasari, Nursyah bahkan tak segan menyebut kelakuan putrinya itu seperti setan.

"Itu bukan Indah, ini kayak anak setan!" ungkap Nursyah geram.

Perubahan sikap Indah Permatasari kepada sang ibu itu lantas memicu adanya tudingan miring terhadap Arie Kriting.

Yakni soal adanya dugaan guna-guna alias pelet dari Arie Kriting terhadap Indah Permatasari.

"Saya wallahualam, itu kan tidak kelihatan. Kalau saya ngomong demikian ( guna-guna), kan enggak enak. Enggak boleh. Yang penting saya perbaiki anak saya. Kan perubahan Indah beda," imbuh ibunda Indah.

Menanggapi tudingan tersebut, Indah Permatasari sempat enggan bicara.

"Waduh, skip aja ya," ucap Indah Permatasari, dikutip TribunnewsBogor.com dari Youtube iNews, Rabu (13/01).

Sementara itu, Arie Kriting awalnya mengaku ogah membicarakan hal tersebut.

Ia pun lantas meminta wartawan berhenti menanyakan soal hubungannya dengan mertua, karena menurutnya itu masalah pribadinya.

"Haduh, udahlah kita bicara yang lebih penting aja," ucap Arie Kriting.

"Masalah pribadi saya itu apa manfaatnya untuk masayarakat Indonesia?" tanya Arie Kriting.

"Gak ada urusannya, gak ada manfaatnya," tambahnya.

"Itu yang menjadi eksistensi saya. Bukan gosip-gosip yang apaan sih, ini ranah publik lho.

Saya tidak mau memberikan apa yang urusannya tidak ada kepentingan sama publik," ucap Arie Kriting.

Lantas, Arie Kriting pun menyebut bahwa dirinya sedang mengusahakan untuk menjadi menantu yang sesuai dengan ekspektasi mertuanya.

Sang komika mengaku, setiap orangtua pasti menginginkan anaknya bahagia, termasuk soal jodoh dan suami.

"Itu orang tua, yang mungkin ingin yang terbaik buat anaknya. Mungkin saya belum menjawab ekspektasi itu, Tapi kan semuanya sedang diusahakan," ucap Arie Kriting.

Lebih lanjut, Arie Kriting pun menyebut bahwa kini ibunda Indah Permatasari sudah menjadi orangtuanya juga.

Sehingga, Arie Kriting pun akan berbakti kepada ibunda Indah Permatasari.

"Kalau selama ini saya diam, karena ibu itu orangtua saya," ucap Arie Kriting.

Dalam caption Instagram pribadinya, Arie Kriting pun berdoa semoga ia bisa menjadi imam yang terbaik untuk Indah Permatasari.

"Semoga saya bisa selalu menjadi imam yang baik bagi Nona. Yang bersama-sama seiring sejalan untuk meniti kehidupan di dunia ini.

Kita punya masa lalu untuk belajar dan saling memaafkan, kita punya masa sekarang ini untuk berusaha saling membagikan kebahagiaan

dan semoga kita memiliki masa depan yang panjang bersama untuk senantiasa menuliskan cerita dalam keadaan baik mau pun sulit. Semoga kuat selamanya ya Nona @indahpermatas," tulis Arie Kriting.

Kemudian, Arie Kriting meminta wartawan jangan membuat runyam hubungannya dengan sang mertua.

"Justri ketika teman-teman (wartawan) makin recoki ini itu, orangtua makin sedih, kami pun sebagai anak makin susah jadinya," pungkas Arie Kriting.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar