Skip to main content

Umi Nadia Istri Syekh Ali Jaber, Sosok Dibalik Cerita Tidak Pakai Ponsel 2 Tahun Karena Cemburu


Mengenal sosok Umi Nadia, istri Syekh Ali Jaber yang kini tengah berduka atas meninggalnya suami, Kamis (14/1/2021).

Sosok istri Syekh Ali Jaber ini pernah ramai dibicarakan karena pengakuan dari suaminya.

Syekh Ali Jaber pernah menyebutkan rela tidak menggukan HP selama dua tahun agar istrinya tidak cemburu.

Diketahui Syekh Ali Jaber wafat di  RS Yarsi di Cempaka Putih, Jakarta Pusat 

Lalu dibawa ke rumah duka di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur.

Ramai masyarakat Indonesia ingin datang ke rumah duka, Ustaz Yusuf Mansur sempat melarang.

"Buat jemaah semua yang mencintai Syekh Ali. Justru karena cinta. Gak usah pergi ke rumah sakit. Gak usah kumpul di sini," ujar Yusuf Mansur, siang ini.

Dia berbicara didampingi dokter dari RS Islam Yarsi dan Kapolres Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi.

Yusuf Mansur menyarankan umat Islam, khususnya jemaah Syekh Ali Jaber, untuk segera lakukan salat gaib di masjid atau musola atau berdoa di rumah masing-masing.

Saya bersama Kapolres dan pihak RS, sangat mengharapkan tidak ada kerumunan," ujar Yusuf Mansur.

Kapolres Jakpus Kombes Hengki Haryadi mengatakan, dirinya bersama Ustaz Yusuf Mansur sedang di berada di RS Yarsi Jakpus.

"Apa pun hasil (pemeriksaan Syekh Ali Jaber), kita harapkan tidak ada kerumunan kita taat protokol kesehatan, apalagi sekarang ada PPKM. Covid-19 sekarang sedang tinggi-tingginya," ujar Hengki.

Karena itu, Hengki meminta para jemaah untuk tetap  menjaga protokol kesehatan, menghindari kerumunan, tidak usah datang ke RS maupun rumah duka Syekh Ali Jaber.

"Tidak usah datang ke RS maupun ke rumah duka. Hindari kerumunan," kata Hengki.

Yusuf Mansur menambahkan, "Kalau cintai Syekh Ali, lebih baik langsung duduk, doa, baca tahlil, yasin. nanti kalau sudah tenang, silakan ziarah ke makam."

Yusuf Mansur yakin Syekh Ali Jaber meningal dalam husnul khotimah dan sudah dibersihkan oleh Allah SWT.

"Beliau sudah dibersihkan oleh Allah. Sempat koma 19 hari," ujarnya.

Informasi yang diterima tribun jakarta saat ini, Umi Nadia dan anak Syekh Ali Jaber masih berada di dalam RS Yarsi.

Lalu siapa sebenarnya Umi Nadia, istri Syekh Ali Jaber?

Berikut uraiannya:

1. Asli Lombok

Umi Nadia adalah perempuan asli Lombok yang pernah tinggal di Madinah.

Pernikahan Syekh Ali Jaber dan Umi Nadia membuahkan putra bernama Hasan. 

Di unggahan akun instagramnya pada 12 Maret 2018 silam, Syekh Ali Jaber memuji Umi Nadia sebagai istri yang sholehah. 

"Alhamdulillah nikmat mana lagi yg kita dustakan

Alhamdulillah ya Allah telah atas nikmat istri yg sholehah dan anak yg menenangkan hati jadi kan kami semua serta jamaah selalu bahagia rumah tangga sakinah mawaddah warahmah dan yang belom jodoh berikan jodoh yg terbaik lahir bathin aamiin," tulis Syekh Ali Jaber di unggahan instagramnya. 

2. Cemburu

Sosok Umi Nadia sempat diungkapkan Syekh Ali Jaber saat hadir di acara Oke Bos yang dipandu Raffi Ahmad, Nagita Slavina dan Vicky Prasetyo pada Senin (28/9/2020). 

Mulanya, Raffi Ahmad menyinggung soal sang pendakwah yang 2 tahun tak mempunyai ponsel.

Bukan tanpa alasan, pengorbanan itu dilakukan Syekh Ali Jaber demi sang istri.

"Syekh Ali Jaber gak pernah mau punya ponsel, baru ya Syekh 2 minggu ini baru punya lagi? Alasannya kenapa sih?," tanya Raffi Ahmad penasaran dikutip TribunJakarta.com. 

"Ceritanya panjang," jawab Syekh Ali Jaber dengan sedikit tawa.

Tak lama kemudian, muncul sebuah artikel di layar studio mengenai Syekh Ali Jaber.

Artikel itu berjudul 'Istri sering cemburu, Syekh Ali Jaber rela tak pegang HP selama dua tahun'.

Raffi Ahmad penasaran mengenai kebenaran artikel tersebut.

"Ini bener Syekh?," tanya Raffi Ahmad.

"Sekarang saya lagi pikir lagi kayaknya tinggalin HP lagi," jawabnya diikuti tawa satu studio.

Mengetahui hal tersebut benar adanya, Vicky Prasetyo tampak takjub.

"Ini pengorbanan loh a bos (Raffi), demi seorang yang dicintainya, dia merelakan suatu hal yang orang gak biasa melakukan itu," kata mantan suami Angel Lelga.

Menurut Syekh Ali Jaber, wajar istrinya memiliki sifat cemburuan. Karena pada dasarnya, wanita memang pecemburu.

"Wajar, sifat perempuan kan cemburu dan kita semestinya memiliki salah satu posisi. Marah terhadap cemburu mungkin kita anggap keterlaluan, atau bisa kita menghormati rasa cemburunya dan kita harus bersikap yang baik untuk menenangkan hatinya. Hingga kita milih," kata Syekh Ali Jaber.

Mendengar penjelasan yang begitu menenangkan dari Syekh Ali Jaber, Nagita Slavina sontak menepuk-nepuk punggung suami sambil tersenyum.

Syekh Ali Jaber melanjutkan ceritanya, dirinya lebih memilih mengalah demi menenangkan hati sang istri.

"Masya Allah," tutur Nagita Slavina seraya menepuk punggung Raffi Ahmad lebih keras.

"Itu maksudnya apa? (tepuk punggung)," tanya Vicky Prasetyo ke Nagita Slavina.

Selesai mendengar cerita Syekh Ali Jaber, Raffi Ahmad curhat soal Nagita Slavina.

"Saya malah bingung, istri saya gak pernah cemburu," kata Raffi Ahmad.

"Dia bukan gak pernah cemburu, tapi trauma melihat ponselnya. Jadi bisa ngebedain ya, mana dia cemburu sama trauma," canda Vicky Prasetyo tertawa.

Menanggapi hal itu, Syekh Ali Jaber mengatakan sikap istri Raffi Ahmad merupakan hal yang wajar.

Syekh Ali Jaber melanjutkan cerita istrinya pernah cemburu melihat pesan dari jamaahnya yang diikuti emoticon love.

"Seperti istri saya, saya kan pendakwah, banyak penggemar suka WA atau di Instagram, apalagi mereka suka kirimkan tanda love atau cinta."

Terkadang, lanjutnya, banyak jamaah yang mengirimkan pesan dengan membubuhkan tanda cinta di belakang kalimatnya.

"Iya jadi istri 'ngapain ini ya mau tanya-tanya aja, kenapa kirim-kirim begini'," kata istri saat melihat pesan jamaah yang diakhiri tanda cinta seperti diceritakan Syekh Ali Jaber.

"Karena HP saya gak ada password, apalagi ada kiriman dari jamaah, istri saya suka tanya ini dari siapa," sambungnya.

Mendengar hal tersebut, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sontak tertawa.

"Saya sebenernya santai-santai aja, karena saya tahu istri sangat cinta dan wajar kalau ada rasa cemburu," katanya.

Biodata Syekh Ali Jaber

Syekh Ali Jaber diketahui lahir di Madinah pada 3 Shafar 1396 hijriah, bertepatan dengan 3 Februari 1976 masehi.

Ia menamatkan studi ibtidaiyah (sekolah dasar) pada 1989 kemudian melanjutkan studi Tsnawaiyah (tamat 1992) dan Aliyah (1995).

Semuanya ditamatkan di Madinah.

Dilansir dari artikel “Mengenal Syekh Ali Jaber Lebih Dekat” sebagaimana diunggah syekhalijaber.com, sejak usia 13 tahun dia sudah menjadi imam di sejumlah masjid Madinah.

Anak pertama dari 12 bersaudara itu telah menjadi penghafal Alquran sejak muda.

Ayahnya dikenal sangat keras dalam mendidik agama anak-anaknya.

Ayahnya ingin agar perjuangannya menyiarkan Islam diteruskan oleh Syekh Ali Jaber sebagai anak pertama.

Di antara guru-guru agamanya adalah Ketua Majelis Tahfidz Masjid Nabawi Syekh Muhammad Ramadhan, Ketua Pengurus Makam Rasulullah Syekh Said Adam, dan Ulama Pakar Alquran di Madinah, Syekh Abdurrahman Kholil.

Sejak pertama kedatangannya di Indonesia pada 2008, dakwahnya mendapat respons yang baik dari masyarakat.

Saking giatnya berdakwah dari kota hingga desa, pada 2011 dia akhirnya mendapat penghargaan kehormatan dengan menjadi warga negara Indonesia (WNI). (*)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar