Skip to main content

Bukannya Ucap Sumpah Serapah, Arya Saloka Mendadak Ungkit Hukum Tabur Tuai hingga Singgung Nasib Putri Anne yang Baru Alami Hal Tak Mengenakkan

Rumah tangga Putri Anne dan Arya Saloka kini jadi sorotan.

Semenjak Arya Saloka memerankan karakter Aldebaran dalam sinetron Ikatan Cinta, Putri Anne justru kena getahnya.

Seperti diketahui, penonton sinetron tersebut memang dibuat baper dengan kedekatan Mas Al dengan Andin.

Mereka juga berharap kalau Arya Saloka dan Amanda Manopo bisa cinta lokasi, Moms.

Arya Saloka mendulang kesuksesan, sementara Putri Anne harus menelan pil pahit gegara dihujani cibiran dari warganet.

Beberapa waktu lalu, Putri Anne dikabarkan mendapatkan ancaman dari oknum tak bertanggung jawab.

Tahu sang istri jadi sasarannya, Arya Saloka akhirnya buka suara.

Penjelasan Arya Saloka itu terekam di kanal YouTube STARPRO Indonesia pada Senin (8/2/2021).


Ia tak langsung naik pitam tahu kalau Putri Anne mendapatkan perlakuan kurang mengenakkan dari warganet.

"Biarin aja, itu urusan mereka," tukas Arya Saloka.

Dengan kalemnya, Arya Saloka enggan balas dendam terhadap oknum tersebut.

"Ya kalau tindakan pengancamannya hanya begitu aja, yaudah," kata pemeran Aldebaran.

Ia hanya berharap bahwa tindakan orang yang mengancam Putri Anne itu bisa mendapatkan karma setimpal.

"Kalau udah berani main itu, ya kan urusannya sama saya," tandas suami Putri Anne.

"Biarin aja," tandasnya.

Tak ingin berlebihan, Arya Saloka dengan bijak mengatakan bahwa hukum tabur-tuai yang akan bicara.

"Hakim yang paling adil kan Allah, biarin Dia yang bales," pungkas Arya Saloka.

"Dunia ini kan sementara, hidup di dunia ini kan enggak lama.

"Yang lama di sananya (akhirat). Ya lihat aja di sana, saya ngelihat mereka ada di mana," sentil Arya.

"Itu aja, simpel, biarin aja, ada Tuhan yang bales kok," sambungnya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar