Skip to main content

Gaya Kepemimpinan Putra Sulung Presiden Jokowi Jadi Sorotan, Gibran Rakabuming Rela Jadikan Mobil Dinas Mewahnya untuk Gotong Tumpukan Beras Tiap Berangkat Kerja, Ternyata ini Tujuan Mulia Sang Wali Kota Solo!

Kehidupan Gibran Rakabuming Raka tampaknya memang tak pernah sepi dari perbincangan publik.

Bagaimana tidak, menjadi putra sulung Presiden Joko Widodo tentu saja membuat sosoknya langsung menjadi perhatian.

Selain itu, Gibran Rakabuming juga dikenal sebagai pengusaha yang mampu mendulang pundi-pundi rupiahnya.

Sukses jadi pengusaha, suami Selvi Ananda itu melebarkan sayapnya dengan terjun ke dunia politik.

Ya, Gibran Rakabuming akhirnya resmi terpilih menjadi Wali Kota Solo.

Putra sulung Presiden Joko Widodo itu baru saja dilantik pada (26/2/2021).

Ya, meski baru seminggu dilantik, baru-baru ini Gibran sudah tancap gas menujukkan taringnya menjadi orang nomor satu di Kota Solo.

Suami Selvi Ananda tersebut diketahui baru saja melakukan blusukan dan mider projo atau menyapa masyarakat.

Tak hanya itu, semenjak Gibran Rakabuming Raka menjadi Wali Kota Solo, dirinya kini terus menjadi sorotan.

Banyak orang penasaran dengan gaya kepemimpinan putra Jokowi ini.

Kini yang terbaru Gibran melakukan aktivitas unik.

Dikutip Gridhot dari Tribun Solo, Isi mobil dinas yang digunakan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka baru-baru ini menjadi sorotan.

Hal ini dikarenakan mobil Toyota Innova putih berplat nomor AD 1 A tersebut kini berisi beberapa karung beras bertulisan C4.

Dari pantauan TribunSolo.com, karung-karung beras tersebut diletakkan di bagian jok belakang atau di samping kursi yang biasa diduduki Gibran.

"Mobilnya itu, kursi belakang dicopot," kata Gibran, Sabtu (20/3/2021).

"Saya isi dengan (beberapa karung) beras," tambahnya.

Gibran enggan menyebut berapa jumlah karung atau kilogram karung beras yang dibawanya dalam mobil tiap harinya.



"Tidak usah disebutkan," katanya.

Gibran mengaku beras-beras tersebut biasanya dibagi-bagi ke orang-orang yang membutuhkan, khususnya saat bertemu di jalan.

"(Baginya) waktu berangkat sama pulang kantor," aku dia.

"Kalau lihat tukang becak, kakek-kakek berhenti terus dibagikan," tambahnya.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar