Skip to main content

Penjara Menanti, Nikita Mirzani Berjuang Sampai Titik Darah Penghabisan Gegara Ulah Musuh Bebuyutan yang Berani-beraninya Lakukan Hal Nekat Ini

Moms tentu sudah tidak asing lagi ya dengan sosok Nikita Mirzani?

Nikita Mirzani sampai sekarang masih saja lekat dengan imej kontroversialnya.

Bahkan, saking seringnya cekcok dengan musuh bebuyutannya, Nikita Mirzani sampai dijuluki wanita huru-hara.

Janda tiga anak tersebut memang bukan hanya sekali saja menabuh genderang perang dengan beberapa pesohor Tanah Air.

Nyai juga tak sungkan membawa kasusnya ke jalur hukum.

Seperti halnya yang kini tengah diproses oleh pihak berwajib yaitu permasalahan antara Nikita Mirzani dengan Indra Tarigan.

Wah, kira-kira ada apa, ya?

Kemelut percekcokan antara Nikita Mirzani dengan Indra Tarigan memang sudah lama terjadi.

Namun, hingga kini Nyai masih menutup rapat pintu maaf meski pihak Indra Tarigan meminta jalur mediasi.

Bukan tanpa alasan, Indra Tarigan kala itu pernah menyinggung Nikita Mirzani dengan menyeret anak sulungnya.

Nikita Mirzani yang didampingi kuasa hukumnya, Fahmi Bachdim lantas buka suara.


Mulanya, Nyai berujar kenapa dirinya enggan berdamai dengan Indra Tarigan alias IT.

"Karena ada undang-undang baru kan ITE, kalau sudah minta maaf selesai," jelas Nikita Mirzani.

"Tapi, itu baru imbauan dari bapak Kapolri karena dari DPR belum ketuk palu, kalau imbauan kami harus turut," sambungnya.

"Kalau dari Niki enggak mau maafin, ya prosesnya tetap lanjut," tandas Nyai.

Kemudian, Nikita Mirzani juga menyayangkan tingkah Indra Tarigan kala itu yang lantas menyulut emosinya.

"Karena kan dia sudah posting foto anak Niki, makanya jangan foto anak!

"Mending foto gue aja, kalau anak sampai kapan pun akan dibela," imbuhnya.

Fahmi selaku kuasa hukum juga bertekad untuk membuat Indra Tarigan jera.

"Kita datang, kita hormati (undangan mediasi). Tapi, tegas kita nyatakan tolak proses mediasi, kita minta proses lebih lanjut," beber Fahmi. 
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar