Skip to main content

Renggut Nyawa Anak Ahmad Albar, Makanan Favorit Sejuta Umat ini Bisa Jadi Penyebab Sakit Liver di Usia Muda, Waspada!

Sakit liver adalah salah satu penyakit mematikan di Indonesia.

Bahkan penyakit liver ini muncul dengan tanda-tanda yang tak kita sadari.

Banyak para artis yang merasakan penderitaan saat penyakit ini masuk ke dalam tubuh.

Tak jarang para artis ini harus merasakan duka setelah anggota keluarganya direnggut oleh penyakit ini.

Hal inilah yang dirasakan oleh musisi senior, Ahmad Albar.

Ia harus mengikhlaskan sang putra meninggal di usia muda akibat sakit liver.

Bukan cuma gaya hidup, rupanya makanan yang kita nikmati bisa jadi penyebab sakit liver.

Putra pasangan Ahmad Albar dan Rini S Bono ini meninggal akibat penyakit liver yang sudah dideritanya sejak lama.

Meninggal di RS Abdi Waluyo, adik dari Fachry Albar ini dikatakan dalam kondisi baik-baik saja.

Tak ada keluhan sakit atau apapun darinya.

Makanya, ketika dirinya dinyatakan meninggal, keluarga betul-betul shock mendengarnya.

Almarhum sendiri tak hanya menderita penyakit liver, namun juga menderita penyakit maag kronis.

Penyakit liver sendiri merupakan penyakit yang berbahaya bahkan tak sedikit jadi penyebab kematian.

Penyebab penyakit liver pun tak hanya karena makanan yang dikonsumsi sehari-hari, namun ada berbagai faktor lainnya.

Seperti kebiasaan makan misalnya.

Bahkan, tanpa disadari, banyak dari kita yang masih melakukan kebiasaan makan yang sebenarnya berbahaya untuk liver.

Jika tak ingin seperti Faldy, hentikan 3 kebiasaan makan ini sekarang juga!

Konsumsi Makanan yang Terlalu Asin


Tak sedikit dari kita suka makanan dengan rasa asin.

Sepertinya makanan tak terasa bila tak menambahkan garam.

Nah, kebiasaan ini yang harus dihentikan sekarang juga!

Para ahli sebenarnya menyarankan untuk mengonsumsi garam tak lebih dari setengah sendok teh setiap harinya.

Ironisnya, orang Indonesia bisa mengonsumsi garam bahkan dua sampai kali lipat dari takaran yang disarankan.

Belum lagi jika kita mengonsumsi makanan siap saji, bisa sampai 5 kali lipat takaran akibat proses pengawetan.

Dilansir halaman cookinglight.com, Professor Kristen Roberts dari Yayasan Liver Amerika menyatakan bahwa orang-orang yang memiliki masalah hati yang sudah ada sebelumnya.

Kelebihan natrium dapat menyebabkan retensi air dan peradangan di perut.

Kedua hal ini bisa membuat liver bekerja terlalu keras.

Roberts sangat menyarankan untuk mengikuti diet rendah sodium untuk mencegah komplikasi akibat kelebihan mengonsumsi natrium yang terkandung dalam garam.

Makan Tanpa Memperhatikan Asupan Gizi

Hayo, apakah hari ini Anda sudah memenuhi asupan gizi harian?

Pasti banyak yang menjawab tidak.

Karena kesibukan bekerja, banyak dari kita yang hanya makan untuk mengenyangkan perut, bukan untuk memenuhi kebutuhan gizi.

Karena asupan gizi yang tak seimbang, tak sedikit dari kita yang terkena obesitas.

Obesitas bisa disebabkan karena asupan gizi tak seimbang dan kebiasaan mengonsumsi makanan siap saji yang sangat membahayakan liver kita. 

Dibahas pada halaman NaturalON.com, liver memproses dan mengatur jumlah lemak dan gula yang masuk ke dalam darah kita.

Tetapi pada orang obesitas terlebih lagi bagi mereka yang suka mengonsumsi makanan siap saji, liver menjadi kebas dan mulai menyimpan kelebihan lemak di dalam selnya.

Akhirnya, ketika liver telah mengumpulkan lemak, maka terjadi peradangan dan kerusakan pada liver.

Mengonsumsi Banyak Alkohol


Sudah bukan rahasia lagi kalau alkohol menjadi penyebab kerusakan liver yang paling banyak di dunia ini.

Konsumsi alkohol berlebihan ternyata menurunkan kemampuan liver untuk membuang racun dikarenakan alkohol.

Daripada menyaring racun-racun lain, liver justru sibuk mengubah alkohol menjadi senyawa yang kurang beracun.

Jika terlalu sering, liver akan mengalami peradangan yang benar-benar merusak sel-sel hati itu sendiri.

Dalam jangka panjang, konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan gagal fungsi hati yang berujung nyawa sebagai taruhannya.

Setelah membaca kebiasaan makanan yang dapat merusak hati ini, sebaiknya kita segera menghentikannya sebelum terlambat, ya!


Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar