Skip to main content
Perhatian! Mobil Jenis ini Ternyata Akan Sulit Laku Kalau Dijual Lagi, Jangan Asal Beli Ya!

Perhatian! Mobil Jenis ini Ternyata Akan Sulit Laku Kalau Dijual Lagi, Jangan Asal Beli Ya!

 Membeli mobil baru tidak boleh asal pilih.

Kalau tidak diperhatikan dengan benar, salah milih saat membeli mobil baru justru akan membuat kita merugi.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah warna.

Terdengar sepele, tapi ternyata ada loh beberapa mobil dengan warna tertentu yang justru sulit laku saat akan dijual kembali.

Membeli mobil bekas merupakan solusi untuk bisa mendapatkan mobil dengan harga yang lebih murah.

Karena itu jenis mobil yang paling banyak dicari dan cepat laku adalah mobil yang banyak peminat.

Toko-toko mobil bekas biasanya hanya mau melakukan transaksi jual-beli mobil yang diminati masyarakat secara luas.

Selain harganya terjangkau, menjualnya juga lebih mudah.

Kendati demikian, ada beberapa penyebab mobil bekas dari tipe yang diminati masyarakat juga tidak laku dijual oleh pihak penjual mobil bekas.

Penyebab ini disebabkan beberapa faktor, salah satunya adalah warna mobil.

"Soal warna yang jarang konsumen cari itu warna silver, kalau SUV silver itu memang agak lama," ujar Hendra pemilik showroom mobil bekas Karyana Mobilindo seperti dikutip Grid.ID daro Gridoto.com, Rabu (14/4/2021).

"Cuman kita sebagai showroom pasti laku aja, cuma memang agak lama," sambungnya.

Bahkan ia mengaku pada warna tersebut baru laku hingga mencapai 3-6 bulan lamanya.

"Kalau SUV sekelas Toyota Innova sekitar 3 bulan baru laku, kalau seandainya seperti Mitsubishi Pajero Sport dan Mitsubishi Outlander bisa sampai 6 bulan," paparnya.

Tak hanya itu, Hendra menyebut kondisi lain yang membuat mobil bekas sulit laku dijual adalah jika pernah mengalami tabrakan.

Tabrakan yang dimaksud di sini adalah kecelakaan skala berat yang sampai menyebabkan hancurnya setengah bagian mobil.

Ternyata memang ada beberapa warna mobil yang tidak digemari konsumen, dan ada pula yang selalu jadi incaran konsumen.

Apakah Kamu setuju dengan pernyataan Hendra di atas?



(*)


CLOSE ADS
CLOSE ADS