Skip to main content

4 Foto Anak Bungsu Joanna Alexandra, Idap Penyakit Langka Hingga Pontang-panting Tutupi Biaya Pengobatan


 Keluarga artis Joanna Alexandra tengah berduka. Suami Joanna, Raditya Oloan meninggal dunia pada Kamis (6/5/2021) setelah mengalami kritis selama satu minggu di ICU rumah sakit.

Raditya Oloan meninggalkan keempat anaknya. Raditya tutup usia setelah masuk rumah sakit pertama kali lantaran dinyatakan positif Covid-19.

Pada 30 April 2021, Raditya sebetulnya sudah dinyatakan negatif dari virus corona. Tetapi, kondisinya malah makin memburuk. 

Lalu, Joanna memberi kabar selanjutnya, Raditya mengalami kritis sejak 1 Mei 2021. 

Tentu saja, kepergian Raditya Oloan untuk selama-selamanya meninggalkan suasana duka dalam keluarga Joanna Alexandra.

Raditya dan Joanna telah merajut rumah tangga selama 10 tahun. Mereka dikaruniai empat anak. 

Melalui Instagram pribadinya, Joanna rajin memamerkan kebersamaan sang suami dan keempat anak mereka. 

Dalam foto-foto yang dibagikan, Joanna menunjukkan kebahagiaan dalam keluarga bersama keempat buah hati. 

Anak bungsu Joanna Alexandra, Ziona Eden Alexandra Panggabean menderita penyakit genetik langka, Campomelic Dysplasia.

Lahir secara prematur, Ziona Eden Alexandra Panggabean lahir pada 24 Mei 2017 di Rumah Sakit Bunda, Jakarta Pusat. 

Joanna memang tak memungkiri bila dia sempat terpukul dengan kondisi yang dialami Ziona Eden. Meski demikian, Joanna mengakui sudah menerima kenyataan hingga tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan. 

Beberapa waktu lalu, Joanna menegaskan sikapnya, "Kalau kita sedih nggak mungkin dia sembuh. Kalau kita nerima, pasti mikirnya, oke selanjutnya apa yang bisa dikerjain untuk membantu penyembuhan anak."

Sebelum meninggal dunia, Raditya Oloan juga terus mendukung kesembuhan Ziona Eden.

Joanna mengatakan, dia dan suami terus berdoa serta berserah kepada Tuhan. "Kita ajak dia terapi ketemu dokter. Jadi semua dilakuin dalam keadaan hati berserah".


Joanna memang tak pernah berpikir bahwa akan mendapatkan anak yang 'spesial'. Meski demikian, Joanna menganggap anak bungsunya sebagai hadiah dari Tuhan. 

Dalam hal pengobatan Ziona Eden, salah satu pemeran film Lewat Tengah Malam ini mengakui sudah mengeluarkan biaya yang cukup besar. 

Joanna kembali menceritakan proses kelahiran Ziona. Ketika itu, ia melahirkan Ziona secara normal, tetapi si buah hati harus masuk NICU. Rupanya, Ziona harus berada di NICU selama hampir sepuluh hari. 

"NICU itu kalau nggak salah puluhan juta per hari, tergantung alat yang dipakai, belum lagi tes darah. Kalau tes kolestrol atau apa kan cuma ratusan ribu, ini tuh tes setiap hormon dicek, itu sempat satu kali tes darah ada (biayanya) 14 juta," beber Joanna.

Biaya pun belum berhenti sampai di situ. Joanna ternyata  pernah melakukan tes genetika yang biayanya pun tak murah.

Selain itu, masih ada biaya fisioterapi Ziona yang rutin dilakukan tiga kali seminggu, selama lebih dari 3 tahun ini.

Pemeran Milinka dalam film The Tarix Jabrix 2 ini melanjutkan cerita, "Karena tes genetiknya ini nggak ada di Indonesia labnya, jadi sampel darahnya dikirim ke Jerman, itu juga sekitar 9 jutaan lagi. Terus pas hasil tesnya datang, masih agak membingungkan nih, karena penyakit langkanya Zio masih jarang bangetlah. Akhirnya, orang tuanya harus dites lagi, aku sama Radit, jadi segitu lagi bayar."


Secara keseluruhan biaya pengobatan Ziona telah membuat keuangan keluarga pontang-panting. Joanna dan Raditya sempat menjual mobil mereka.

Selain itu, mereka mendapat bantuan dari rekan-rekan satu komunitas yang dengan senang hati turut membantu meringankan beban keluarga Joanna.

Soal kebaikan reman-teman komunitas, Joanna bercerita, "Waktu awal-awal Zio lahir, aku sempet jual mobil sama suami. Dulu juga sempat ada teman-teman dari komunitas aku mereka bikin charity juga buat Zio."

Hingga Raditya Oloan pergi meninggalkan keluarga kecil ini, Joanna pun tak pernah patah semangat dalam kesembuhan Ziona. Joanna selalu berkeyakinan bahwa dibalik cobaan yang menimpanya selama ini, Tuhan tak pernah meninggalkannya.

Ia juga menyakini bahwa selalu ada kemudahan dibalik kesulitan yang dia hadapi.

Wanita berambut pirang ini pun berpesan agar tetap tabah dalam menjalani hidup karena semakin kita merasa stres, semakin beban tersebut memuncak.

"Sampai sekarang ada aja sih, Tuhan benar-benar cukupin, jadi aku ngerasa jangan dibawa stres, karena kalau stres nambah beban. Mending kita jalanin yang kita bisa, kalau memang perlu pertolongan, ya kita minta. Aku kadang minta sama orang tua aku," ujar Joanna.


Keuangan memang jadi tantangan terbesar. "Tantangan terbesar itu keuangan, tapi percaya Tuhan. Paling suka bayangin kalau gede Zio seperti apa. Apakah dia bisa jalan, apa dia akan pakai kursi roda sampai tua?

Apa dia nanti akan punya banyak teman? Suka banyak pikiran seperti itu, tapi sama suami selalu mengatakan kata-kata baik. Aku nggak mau mikir yang jelek-jelek. Zio pasti akan jalan, Zio pasti akan bertambah sehat."

"Pertarungan terbesar di pikiran, kita kadang stres mikirin hal-hal yg belum tentu terjadi, ngapain dibayang-bayangin. Sudahlah," sebut Joanna dengan mantap.

Tak ingin terus berkecil hati, Joanna pilih memberikan kasih sayang yang berlimpah untuk si bungsu.

Tak pernah terbersit di hati dan pikirannya, jika kehadiran Zioana menjadi aib dalam kehidupan keluarga mereka.

"Aku kalau ke keluarga besar selalu cerita Zio. Mereka selalu support, selalu cerita tentang perkembangan Zio. Mereka melihat perkembangan zio selalu baik. Mereka sayang sama Zio jadi nggak ada pikiran itu anaknya kenapa, mereka semua sayang sama Zio,"ungkap Joanna.

(*) 
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar