Skip to main content

Terlanjur Diboyong Anang Berobat ke Turki, Ashanty Sebetulnya Diminta Lakukan Ini Dulu Terkait Gatal-gatal Di Badannya


 Ashanty diboyong Anang Hermansyah berobat ke Turki. Sebetulnya, dokter sudah meminta Ashanty untuk melakukan ini lebih dulu terkait gatal-gatal yang menyerang tubuhnya.

Ashanty baru-baru ini mengunggah foto sekeluarga di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. 

Dalam keterangan fotonya, Ashanty memohon doa atas perjalanannya bersama suami dan ketiga anaknya. 

Unggahan foto keluarga Ashanty dapat dilihat melalui akun Instagramnya @ashanty_ash.

"Kita berangkat dulu doain yaaa, mohon maaf lahir batin semuanya," tulis Ashanty.

Dalam foto yang diunggah tampak Azriel, Anang Hermansyah serta Arsyi dan Arsya berfoto di dalam bandara. Mereka kompak menggunakan jaket tenun berwarna ungu.

Meski sudah menyebutkan alasan kepergiannya untuk berobat, ternyata masih banyak netizen yang menanggapinya negatif terkait larangan mudik.

"Kan enggak boleh mudik," tulis @hellow.yelw.

"Bukanya dia di rumah malah keluyuran pemerintah menangis liat ini," tulis @jeanice_1802.

"Moment nya kurang tepat. Alangkah bijak jika reschedule setelah lebaran. Jika mmg hrs berangkat, alangkah bijak tdk posting dimedsos," tulis @pea.celove21.

"Emang sakitnya urgent harus serombongan juga periksanya ya bun...? Sementara seluruh rakyat Indonesia prihatin hrs stay dirumah disiplin ngikutin anjuran pemerintah," tulis @enykyo.

Ashanty memang sudah menegaskan dia dan keluarganya berangkat ke Turki untuk menjalani pengobatan penyakit autoimun yang diidap ibunda Arsy itu.

Ashanty beralasan menjalani pengobatan di sana lantaran dia masih merasakan gatal di sekujur tubuhnya. Terlebih lagi sampai saat ini Ashanty hanya mengonsumsi obat-obatan.

Seperti dikutip dari YouTube Beepdo Senin (10/5/2021), Ashanty menegaskan, “Sampai hari ini masih gatal semua badan, masih konsumsi obat dan takutnya terus-terusan minum obat enggak ada solusi. Karena kan aku pengin tahu nih.”


Kebetulan, Ashanty mengatakan bahwa kedatangannya ke salah satu rumah sakit di Turki lantaran dia mengenal seseorang.

“Kebetulan di Turki ada satu rumah sakit yang marketingnya orang Indonesia. Dia yang hubungi aku terus kebetulan sudah sebulan ini via WhatsApp, dia yang daftarin,” ungkap Ashanty.

Karena Turki masih tertutup untuk kunjungan, Ashanty dan keluarga harus menunggu dahulu. Itu sebabnya, Ashanty dan Anang harus singgah ke Dubai terlebih dahulu untuk menunggu Turki bebas dari lockdown.

Rencananya, Ashanty akan memanfaatkan momen berlebaran di Dubai. “Begitu Turki enggak lockdown kita langsung berangkat,” ucap Ashanty.

Istri Anang Hermansyah ini belum mengetahui berapa lama bakal menghabiskan waktu di sana.

Yang jelas, setelah pengobatan selesai, mereka akan langsung kembali ke Indonesia.


Penyakit autoimun Ashanty ini sebetulnya mulai muncul pada November 2019. 

Ketika itu, istri Anang Hermansyah ini memamerkan foto badannya yang mengalami bentol-bentol kemerahan. Ia pun sempat mengeluh, "Aku Lelah".

Lewat Instagram Storynya Rabu (20/11/2019) siang, Ashanty menunjukkan kondisi tubuhnya yang semakin dipenuhi bentol-bentol.

"Makin parah makin banyak sebadan," tulis Ashanty disertai emotikon menangis.

Selain itu, Ashanty juga mengungkapkan keinginannya untuk cepat pulang dari rumah sakit.

Sebelumnya pada Selasa, Ashanty mengatakan tubuhnya dipenuhi bentol-bentol besar kemerahan.

Ashanty juga diketahui telah menjalani endoskopi untuk mengecek adakah penyebaran inflamasi di tubuhnya karena autoimun.

Menurut ahli imunologi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Prof Dr dr.Iris Rengganis, SpPD KAI, bahwa bisa saja bentol-bentol tersebut bukan karena autoimun. Melainkan dipicu oleh makanan atau hal lainnya.


"Kita masih akan melakukan pemeriksaan. Mungkin, bisa dipicu oleh makanan yang beberapa waktu (lalu), kita enggak tahu sebelumnya bisa saja. Jadi, autoimun tidak harus gatal," kata Iris.

Iris cenderung menilai bahwa gejala yang dialami Ashanty itu lantaran terlalu lelah dan stres.

Faktor kelelahan dan stres ini juga bisa memengaruhi autoimun, yang memicu penyakit dalam tubuh jadi bereaksi.

Lebih jauh Iris menjelaskan, "Sebenarnya kalau itu ya kita enggak tahu setiap orang punya bakat sakit apa? Tapi kalau dipicu capek dan stres memang iya. Kalau orang bakatnya autoimun ya autoimun yang jadi. Kalau bakatnya asma ya asmanya yang jadi. Setiap penyakit itu bisa mencetuskan bakatnya yang muncul."

Iris juga mengungkapkan pemicu stres bisa juga karena gaya hidup tidak sehat. Seperti mengonsumsi makanan yang mengandung penyedap, pengawet, bahkan pewarna.


Seperti dikutip dari detikcom, Iris menjelaskan, "Jadi, dia makan vetsin (mecin) lah, pewarna, yang ada pengawet, sembarangan konsumsi gluten (protein pada gandum). Kebanyakan makan gluten kan kasihan ususnya. Jadi, itu adalah hal-hal yang sekarang ini belum terlalu setiap dokter menerima konsep itu untuk autoimun."

Health Line dalam sebuah ulasannya menyebut, penyakit autoimun adalah suatu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh kita secara keliru menyerang tubuh.

Artinya, antibodi yang seharusnya melindungi tubuh malah menyerang sel-sel sehat.

Gejala awal dari penyakit autoimun di antaranya kelelahan, otot pegal, bengkak dan kemerahan, demam ringan, kesulitan berkonsentrasi.

Mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki, rambut rontok, serta ruam kulit.

Gejalanya mungkin datang dan pergi. Saat gejala datang disebut flare-up, sedangkan masa ketika gejala hilang disebut remisi.


(*)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar