Skip to main content

Diragukan Jadi Komisaris Telkom, Ini Jawaban Kiprah Bisnis Abdee Slank Sulit Ditemukan di Google


Pengangkatan Abdee Slank menjadi Komisaris PT Telkom Indonesia terus menjadi sorotan. Keputusan ini dianggap mengejutkan. Ternyata, ini jawaban kiprah bisnis Abdee Slank sulit ditemukan melalui laman pencarian Google.

Abdee Slank selama ini memang dikenal sebagai pendukung setia Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak 2014.

Itu sebabnya, banyak pihak yang menyebutkan penangkatan Abdee Slank menjadi Komisaris Telkom sebagai politik balas budi dari Jokowi. 

Saking ragunya, mereka bertanya apa kompetensi Abdee Slank sehingga Kementerian BUMN mengangkatnya sebagai Komisaris Telkom?

Bahkan, ada wartawan berita situs web dengan peringkat Alexa tinggi yang melaporkan bahwa dia sudah melakukan penelusuran melalui laman pencarian Google tentang kiprah bisnis Abdee Slank. 

Hasilnya, si wartawan melaporkan bahwa dia kesulitan mendapatkan informasi tentang sepak terjang Abdee Slank di Google. 

Ahmad Reza, Senior Vice President Corporate Communication & Investor Relations Telkom Indonesia, mengatakan bawah setiap pengangkatan komisaris perseroan sudah mempertimbangkan kompetensi dari masing-masing individu.

“Para komisaris yang diangkat punya kapasitas dan klasifikasi yang dibutuhkan bagi pengembangan bisnis perusahaan,” jelas Ahmad Reza dalam keterangan resminya, Sabtu (29/5/2021).

Reza lalu menjelaskan soal kompetensi yang dimiliki Abdi Negara Nurdin atau Abdee Slank. Kata Reza, pengangkatan Komisaris Telkom sudah melalui beberapa tahap seleksi.

Reza bilang, meski berlatar belakang sebagai seniman, Abdee Slank selama ini juga banyak berkecimpung dalam dunia digital serta memberikan perhatian yang besar terhadap masalah hak kekayaan intelektual.

Abdee Slank juga merupakan Co-Founder Importmusik.com, yakni perusahaan digital distribusi musik. Lainnya, Abdee pernah duduk sebagai Tim Pakar penyusunan UU Hak Cipta dan Pembentukan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN).

“Industri digital sangat bersinggungan dengan Hak Atas Kekayaan Intelektual. Dari rekam jejak, bisa diketahui bahwa beliau punya perhatian yang besar terhadap masalah Hak Atas Kekayaan Intelektual,” jelas Reza.


Dalam catatan bisnis Abdee Slank, seorang wartawan ingin membuktikan salah satu unit usaha sang gitaris masih berjalan, yaitu Give.ID. Dalam penelusuran si wartawan ternyata situs tersebut dimiliki oleh perusahaan jual beli domain website Sedo asal Jerman. Artinya, situs Give.id saat ini tidak berpenghuni.

Dua perusahaan Abdee lain dimana ia duduk sebagai komisaris, yakni PT Sugih Reksa Indotama dan PT Nagara Sains Ekosistem juga sangat sulit ditemukan sepak terjangnya di Google. Misalnya terkait aksi korporasi perusahaan terkait perusahaan.

Abdee Slank yang lahir di Donggala, 28 Juni 1968 tercatat sebagai alumnus Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah.

Seperti diberitakan Harian Kompas, 14 Juni 2010, naluri bermusik Abdee sudah dilatih sejak SMA.

Setelah lulus, keseriusan bermusik Abdee memuncak, bahkan banyak waktu dihabiskannya di studio musik.

Abdee mengaku belajar gitar secara otodidak. Namun karena tidak hanya ingin sekadar bisa main musik, maka ia mengikuti kursus musik.


Diketahui, Abdee juga berkecimpung di dunia digital, sebagai Co-Founder Importmusikcom, sebuah perusahaan digital distribusi musik.

Dituliskan dari Harian Kompas, 28 Juli 2011, Importmusik awalnya didirikan untuk mewadai musisi independen. Importmusik juga berperan sebagai toko online untuk musik Indonesia secara umum, yaitu musik dari bank rekaman major label.

Aktivitas bermain musik Abdee mulai berkurang, sejak dia divonis mengidap gagal ginjal yang ramai diperbincangkan tahun 2015 silam.

Abdee lantas vakum dari Slank, karena harus beristirahat lantaran penyakit yang diidapnya.

Menjawab keraguan itu, Triawan Munaf, yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Garuda Indonesia memberikan kesan terhadap sahabatnya, Abdee Slank.

"Saya kenal Abdee sejak sekitar tahun 2005. Waktu itu bersama Anang Hermansyah dan Indra Lesmana, kami mendirikan sebuah perusahaan digital media-musik distribution pertama di Indonesia, Importmusik.com yang sampai sekarang masih beroperasi membantu ribuan musisi independen di Tanah Air," tulis Triawan dalam pesan teks yang tersebar luas melalui media sosial dan grup WhatsApp. 

Pada tahun 2014, setelah membantu kemenangan pasangan Jokowi-JK, Abdee membentuk dan memimpin tim kerja untuk pembentukan Badan Ekonomi Kreatif - Bekraf.


Triawan Munaf saat bersama Abdee Slank dalam perhelatan Asian Games.
"Setelah saya terpilih jadi Kepala Badan, Abdee diangkat menjadi advisor Bekraf 2015 - 2019," sambung Triawan.

"Berikut data kiprah Abdee yang saya dan teman coba kumpulkan. Ini hanya beberapa data saja dari yang kami ketahui."  

Banyak kegiatan Abdee yang memang jarang diketahui publik, karena memang seperti yang sering dia katakan, "Saya sudah punya panggung Slank, untuk hal lain saya di balik layar saja." 

"Tulisan ini saya agar orang-orang yang tidak mengetahui dan meragukan kapasitas seorang Abdee Negara bisa memahami kenapa Abdee terpilih sebagai Komisaris Indendepen PT Telkom Indonesia Tbk," pungkas Triawan.

Pantas kiprah bisnis Abdee Slank sulit ditemukan dalam laman Google, ternyata Triawan Munaf sudah memberikan jawaban yang menarik.

Kiprah bisnis dan organisasi Abdee Slank dalam catatan Triawan Munaf:

Bisnis

1. Co-founder Importmusik.com, perusahaan digital media musik distribution

2. Founder Maleo Musik - Record Label.

3. TIPS Inovasi - Start up Logistik

4. Give.ID - Digital Content Production

5. NSA - Survey and advisory

Organisasi pemerintahan dan swasta

1. Tim pakar Ditjen HKI Kemenhumham tahun 2013 untuk pembuatan UU Hak Cipta dan pembentukan LMKN (Lembaga Manajemen Kolektif Nasional).

2 Dewan Pengawas LMKN 2015

3. Anggota Badan Pengawas Pengelolaan Sampah Nasional, Kementerian LHK 2016. 

4. Tim Pembentukan Bekraf, 2014

5. Senior Advisor Bekraf 2015.

6. Pendiri Organisasi sosial KOIN (Kepedulian Orang Indonesia) 2009

7. Ketua Gerakan Revolusi Mental (inisiator Konser Salam 2 Jari) 2014

8. Steering comittee perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-70, 2015

9. Inisiator Impian Indonesia, Ekspedisi Kapsul Waktu dan Monumen Kapsul Waktu Merauke, 2015

10. Keynote Speaker Asia Pacific Media Forum (APMF) 2015

Olahraga

1. CEO Celebes Football Club 2015

2. Steering Commitee Piala Jenderal Sudirman 2015

3. Steering Commitee Bhayangkara Cup 2016

4. Special Advisor Asian Games 2018 

Entertainment 

1. Ketua Konser Salam 2 Jari, 2014

2. Ketua Karnaval Kemerdekaan Khatulistiwa, Pontianak 2015

3. Ketua Karnaval Kemerdekaan Khatuliswa, Pontianak 2015

4. Ketua Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan, Bandung 2016

5. Ketua Konser Putih Bersatu, 2019

6. Prosedur Asian Games Theme Song Album, 2018
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar