Skip to main content

Sosok Marianne Rumantir, Pengusaha yang Bikin Luna Maya Dapat Uang Rp 15,4 Miliar di Tengah Pandemi


 Pengusaha Marianne Rumantir sudah lama dikenal dekat dengan Luna Maya. Berkat kedekatan itu, Marianne Rumantir sukses membuat pundi-pundi uang Luna Maya bertambah Rp 15,4 miliar di tengah pandemi. Ini faktanya. 

Sosok Marianne Rumantir kerap tampil bersama Luna Maya di depan kamera. Keduanya sering menjadi narasumber acara bincang-bincang yang digelar para YouTuber untuk mengisi konten mereka. 

Karena itu, Marianne Rumantir pun dikenal sebagai salah satu sahabat Luna Maya, yang begitu kompak menemani sang artis cantik dalam suka maupun duka. 

Dengan kedekatan yang begitu, Marianne Rumantir begitu memahami sifat dan tabiat asli Luna Maya. Dari situ, Marianne Rumantir sering kali geregetan dengan pemberitaan yang menyudutkan Luna Maya. Maklum, sebagai figur publik, gerak-gerik sang sahabat seperti sudah menjadi konsumsi publik dan ditelusuri kebenarannya.  

Namun Marianne Rumantir mahfum, publik tak tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Dan kalaupun ada yang merasa tahu, mereka hanya menduga-duga karena cuma Luna Maya yang memahami persoalannya.

Dalam perbincangan di kanal YouTube Boy William, Marianne Rumantir mengatakan Luna Maya adalah sosok perempuan yang baik, bahkan terlalu baik. Persahabatannya juga langgeng karena Luna adalah orang yang penuh perhatian dan murah hati.

"Tapi sisi buruknya, kebaikan itu menjadi kelemahannya," kata Marianne Rumantir pada Sabtu, 16 Mei 2020. "Dia jadi kerap dimanfaatkan orang lain karena enggak bisa mengidentifikasi apakah orang itu punya agenda atau tidak."

Sebagai sahabat, Marianne Rumantir tak henti-hentinya mengingatkan agar Luna Maya berhati-hati dalam memilih teman.

Sebab jika terjadi sesuatu, sahabat-sahabatnya ini juga merasa sedih dan ingin membantu, namun lagi-lagi karena kebaikannya, Luna Maya selalu berusaha untuk kuat dan bangkit lagi.

"Kadang-kadang kami yang mesti menjaga dia. Kalau ada apa-apa, kami suka bilang, 'Entar dulu, pelan-pelan dulu'," ucap Iwet Ramadhan yang ikut menemani Marianne Rumantir saat mengingatkan Luna Maya.

Bahkan untuk urusan cinta, para sahabat tak ingin Luna Maya menjalin hubungan dengan pria yang berpotensi menyakitinya.

Para sahabat perempuan 36 tahun ini turut memberikan saran dan 'menyeleksi' lelaki yang mencoba mendekatinya.


Tapi pada akhirnya, sifat Luna Maya yang terlalu baik kepada orang lain tadi membuat dia kerap mengabaikan pendapat teman-temannya dan berkukuh pada pendiriannya.

"Kita ngomong ke dia, 'ini enggak cocok untuk kamu' atau 'dia enggak benar nih orangnya' cuma enggak didengerin'," kata Marianne Rumantir. "Gue tahu Luna mengerti, tapi ujung-ujungnya ya suka-suka dia."

Rupanya, persahabatan Marianne Rumantir dan Luna Maya bukan hanya sebatas menjalani kehidupan sehari-hari. Mereka telah melangkah lebih jauh. Keduanya diketahui membangun bisnis bersama. Terlebih lagi, Marianne Rumantir dikenal sebagai sosok yang sarat pengalaman di bidangan keuangan dan perbankan.  

Beberapa tahun belakangan, Marianne Rumantir membangun member.id. "Pada 2017, saya memutuskan balik ke Indonesia dan membangun Member.id, startup ini spesialis di loyalty program," kata Marianne Rumantir dilansir IDNTimes. 

"Jadi kita advice company-company untuk bikin loyalty program, tetapi kita juga membuat solusi teknologinya, dari mobile app misalnya. Seiring berjalannya waktu kita mempunyai klien di bidang yang berbeda-beda dari FnB, dari hotel, retail, lumayan lah pelan-pelan. Misi kami sebenarnya ingin mencoba mengubah loyality landscape di Indonesia."

"Menurut saya itu kunci suksesnya adalah I think knowing your customer ya, karena kan kalau loyality is about appreciate your most loyal customer. Jadi, kalau membuat suatu program harus benar-benar mengerti siapa audiensnya, siapa customer-nya, apa yang mereka sukai. Misalnya, behaviour customer sukanya shopping vouchers, berarti berikan reward berupa shopping vouchers, jangan voucher makan."


Marianne Rumantir menggandeng Luna Maya. Sang artis bergabung sebagai managing partner, membawa serta pengalamannya selama lebih dari 20 tahun di industri media dan hiburan. Luna Maya pun dikenal sebagai entrepreneur yang memiliki lebih dari 50 juta pengikut lintas platform media sosial.

Pada Februari lalu, Member.id mengumumkan penggalangan pendanaan seri A senilai US$1,1 juta atau sekitar Rp 15,4 miliar. Pendanaan itu dipimpin oleh East Ventures dengan investasi strategis dari Traveloka.

Member.id akan menggunakan pendanaan baru ini untuk meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi konten dengan meningkatkan sumber daya, merekrut talenta baru, dan memproduksi konten digital yang lebih beragam.

Tentu, prestasi itu bukan sembarangan. Marianne Rumantir pun sukses membuat pundi-pundi uang Luna Maya bertambah Rp 15,4 miliar di tengah pandemi. Meskipun dana segar itu tidak digunakan Luna Maya secara pribadi, namun membuat usaha mereka menjadi lebih kencang.

“Dengan membuat konten yang berkualitas di beberapa platform digital, kami telah mengembangkan kemampuan kami, tidak hanya dalam produksi konten seputar travel, tetapi juga melebarkan sayap ke konten kuliner, olahraga, gaya hidup, kecantikan, keuangan, dan e-sports. Kami membuat program-program baru dengan talenta baru sehingga bisa menjangkau beragam audiens. Hal ini membuka kesempatan agar lebih banyak brand dari berbagai industri untuk bekerja bersama,” ujarnya pada Rabu (17/2/2021).


Member.id juga mengumumkan ekspansi ke dunia creator economy (ekonomi kreator) dengan bergabungnya Travel Secrets, sebuah platform konten tentang perjalanan yang dipelopori oleh Marianne Rumantir dan Luna Maya.

Menyusul bergabungnya Travel Secrets, startup tersebut mendirikan TS Media, divisi baru yang akan fokus dalam produksi konten.

Kehadiran TS Media memberikan platform bagi brand dan perusahaan untuk mengambil manfaat dari creator economy yang sedang berkembang pesat di Indonesia dengan optimal, bertumpu pada dukungan teknologi dan keahlian yang disediakan Member.id.

Member.id akan tetap fokus menyediakan konsultasi strategis, data analisis, dan solusi teknologi bagi bisnis dan brand, dengan tujuan mendorong retensi dan kualitas dari pelanggan yang sudah ada. Sementara itu, TS Media fokus menciptakan konten yang akan meningkatkan kesadaran (awareness) dan aktivasi pelanggan, serta membantu bisnis mengakuisisi pelanggan baru.

"Jadi Travel Secret itu sebetulnya lebih ke berubah menjadi TS Media. Awalnya ini cuma proyek hobi, iseng-iseng doang saya dengan Luna Maya. Kami dari dulu memang suka travel bareng, cuma gak pernah didokumentasikan," kata Marianne Rumantir.

"Lalu dia kasih ide, kenapa gak kolaborasi saja bikin vlog YouTube. Saya punya banyak tips tentang travel sampai akhirnya berkembang sampai sekarang," tambah Marianne lagi.


Kiprah Marianne Rumantir sebetulnya lebih banyak di industri keuangan dan perbankan. Pada tahun 2006, Marianne Rumantir menjadi sebagai Manajer Marketing & Business Coordination Commercial Banking HSBC. Dalam salah satu bank terbesar dunia itu, Marianne Rumantir bertanggung jawab untuk membuat program yang menarik bagi pasar korporat.

"Setiap perusahaan pasti mempunyai rekening di beberapa bank, tugas saya membuat mereka melakukan aktivitasnya dengan jasa HSBC," kata kelahiran Soroako, Manado, 26 April 1983 ini.

Sarjana komunikasi dan master bidang periklanan dari RMIT University, Melbourne, Australia, ini mengaku program pemasarannya sekarang lebih dikonsentrasikan pada kegiatan below the line, seperti membuat acara dengan menggandeng pihak lain yang memiliki target pasar yang sama.

Penikmat film yang pernah bekerja di biro periklanan di Australia saat kuliah ini bergabung dengan HSBC sejak akhir 2004.

Ia mengawali karier sebagai Asisten Manajer Business Banking. Baru delapan bulan lalu ia menempati posnya sekarang. "Saya lebih banyak memikirkan strategi pemasarannya. Lingkup pekerjaan saya di marketing product & channel untuk corporate banking," tuturnya.


Saat memangku jabatannya, ia juga terlibat dalam peluncuran produk baru, antara lain dua produk asuransi bekerja sama dengan AIG dan business ATM. "Dalam memasarkan dan menyosialisasi produk business ATM, saya lebih cenderung menyasar kepada existing customer karena produk seperti ini belum pernah ada," katanya. Sekitar 20% existing customer, menurutnya, menyambut produk baru ini.

Sosialisasi yang dilakukan Marianne, dari menyebar brosur, mencantumkan aplikasinya di Internet sampai melakukan presentasi ketika acara customer gathering. “Cara ini lebih manjur, karena pasar korporat lebih mengandalkan relationship management," ujarnya.

Hubungan baik dengan pasar korporat seperti ini menjadi penting. Maka, program loyalitas ini pun rutin dilakukannya.

Nah, pengalamannya dalam urusan loyalitas pelanggan itu, Marianne Rumantir berhasil menambah tajir Luna Maya di tengah pandemi. 
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar