Skip to main content

Kabar Terkini, Nia Ramadhani Jalani Rehabilitasi, Polisi Siap-siap Ungkap Temuan Besar Lagi


Artis Nia Ramadhani dan suaminya, Ardi Bakrie sudah mulai menjalani rehabilitasi usai ditangkap polisi. Kini, pihak kepolisian bersiap mengungkap temuan besar setelah penangkapan pasangan selebriti itu.

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie, serta sopirnya berinisial ZN telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba. Ketiganya dijerat Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam kasus ini, polisi turut menyita barang bukti berupa satu klip narkoba jenis sabu seberat 0,78 gram dan satu buat alat isap sabu.

Pengungkapan kasus ini bermula saat polisi mendapatkan informasi bahwa Nia Ramadhani kerap menggunakan sabu-sabu.

Polisi menyebut aktris Nia Ramadhani mulai mengenal atau mengonsumi sabu saat masih aktif di dunia peran.

Nia sempat berhenti mengonsumsi barang haram tersebut. Namun, ia kembali mengonsumsinya dalam beberapa bulan terakhir ini.

"Dulu dia sempat pada saat dia syuting dulu dia sempat menggunakan, terus dia berhenti, dan baru sekarang mulai lagi beberpa bulan ini," kata Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Indrawenny Panjiyoga saat dihubungi, Senin (12/7/2021).

Panji tak merinci kapan pertama kali Nia terjerumus narkoba. Ia hanya menyebut bahwa Nia mengonsumsi sabu saat disibukan dengan profesinya sebagai seorang aktris. "Pastinya sih ya pada saat dia mulai lagi sibuk-sibuk syuting striping ya," ucap Panji.

Panji juga mengungkapkan bahwa Ardi Bakrie baru menggunakan barang haram itu setelah Nia. "Ya lebih dulu Nia lah intinya," ujarnya. 

Kini, Nia Ramadhani dan suaminya, Ardi Bakrie, serta sopirnya, ZN, tengah menjalani proses rehabilitasi narkoba berdasarkan hasil asesmen dari tim terpadu. Ketiganya disebutkan direhabilitasi di Bogor, Jawa Barat.

"Tempat rehab beliau-beliau di daerah Bogor," ujar pengacara Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie, Wa Ode Nur Zainab, Senin (12/7/2021).


Hanya, Wa Ode tidak menyebutkan lebih lanjut tempat rehabilitasi Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie ini. Rehabilitasi dijalani ketiganya sejak Minggu (10/7/2021).

Sementara itu, Deputi Bidang Rehabilitasi dr Riza Sarasvita mengatakan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie hingga sopirnya berinisial ZN direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi rawat inap.

"Iya karena dua-duanya kan suami-istri, kalau bisa rawat inap supaya sejalan terapinya," kata Riza saat dihubungi secara terpisah.

Riza tidak dapat memastikan berapa lama ketiganya harus menjalani rehabilitasi. Sebab, hal itu sangat bergantung pada kondisi pasien.

"Itu semua sangat tergantung progresnya, nggak bisa kita tentukan sekarang. Karena itu tergantung gimana respons mereka berdua terhadap terapi yang kita berikan," jelas Riza.

Riza juga menjelaskan soal tempat rehabilitasi ketiganya tidak ditentukan oleh BNN, melainkan oleh penyidik Polres Metro Jakarta Pusat dan keluarga.

"Itu kan kewenangan penyidik untuk bisa mencari yang sesuai di mana layanan-layanan yang kami rekomendasikan," katanya.

Riza menjelaskan, BNN sendiri tidak dapat menunjuk tempat rehabilitasi selain di tempat milik BNN. Sementara kondisi fasilitas tempat rehabilitasi yang dimiliki BNN tidak memungkinkan untuk menerima pasien baru mengingat sedang pandemi Covid-19.

"Kami di Balai Besar melakukan pembatasan penerimaan klien karena kami banyak sekali yang pandemi ini COVID-19. Untuk satu kepentingan yang baik, tetapi menjerumuskan orang kan itu bahaya. Situasinya lagi benar-benar tidak kondusif di tempat rehab kami. Kami tidak bisa sebutkan tempat rehab yang mana," ujar Riza.

Selama direhabilitasi, Nia, Ardi dan sopir akan menjalani sejumlah terapi. Perkembangan mereka dipantau oleh petugas di tempat rehabilitasi.

Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Jakarta Pusat Kompol Indrawienny Panjiyoga membeberkan informasi terkini terkait kasus narkoba yang menyeret Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie.

Panji mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap para tersangka dan keterlibatan jaringan yang memberikan barang bukti sabu-sabu. "Mudah-mudahan ada perkembangan yang lebih baik lagi ke depannya," kata Panji, Jumat (9/7/2021) malam.

Panji menambahkan, dalam kasus tersebut ada satu orang yang masih menjadi buronan kepolisian. Hanya saja, Panji tak menjelaskan secara terperinci. Sebab, pihaknya bakal menyampaikan hal tersebut dalam keterangan resmi. "Kami akan merilis hasil pengungkapan kami yang kemungkinan pemasok untuk kalangan tertentu, dan jumlahnya cukup besar," ujar Panji.

Dia juga menegaskan identitas pemberi barang haram untuk Nia dan Ardi itu masih dalam proses penyelidikan. "Identitas pemberi barang masih kami lidik karena missink link-nya terputus," tandas Panji.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar