Skip to main content

Pernah Mastitis Karena ASI Booster, Putri Titian: Kalau Sudah Cukup ASI Lebih Baik Stop, Sebenarnya Seberapa Penting Obat Pelancar ASI?


Ragillita Desyaningrum

Grid.ID - Setelah melahirkan, fase menyusui adalah tantangan selanjutnya yang harus dialami oleh Ibu.

Salah satu tantangannya adalah memastikan asupan ASI si kecil terpenuhi dengan baik.

Untuk itu, ibu seringkali mengonsumsi obat, susu ataupun makanan yang dapat memperlancar ASI atau ASI Booster.

Sebagai ibu dari dua anak, Putri Titian pun mengaku bahwa dirinya senang mengonsumsi ASI Booster berbentuk susu dan vitamin.

Namun, sayangnya, hal itu justru membuat berat badannya bertambah dan produksi ASI-nya melimpah hingga berujung mastitis.

Berkat pengalamannya tersebut, Putri Titian diperingatkan oleh dokter untuk tidak mengonsumsi ASI booster jika memang tidak diperlukan.

“Sebenarnya ASI booster itu diperluin kalau memang ASI-nya sedikit keluarnya dan kalau (ASI) udah cukup, lebih baik stop aja dan lebih fokus ke kualitas ASI-nya,” tulis istri Junior Liem di Instagram @putrititian.


Alhasil, untuk meningkatkan kualitas ASI-nya, aktris berusia 30 tahun itu fokus mengonsumsi berbagai makanan tinggi protein.

Contoh makanan tinggi protein yang dikonsumsi Putri Titian adalah telur rebus, daging, kacang-kacangan seperti kacang hijau dan kacang almond.

Hal ini senada dengan apa yang disebutkan oleh dokter spesialias anak, dr. Dimple Nagrani, Sp.A yang dikutip dari Nakita.id.

Menurut dr. Dimple, ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu apabila ibu ingin mengonsumsi obat ASI Booster.

Walaupun kebanyakan obat pelancar ASI berbentuk herbal, belum ada penelitian khusus yang dapat memastikan dosis standar dalam mengonsumsinya.

Selain itu, pada beberapa kasus, mengonsumsi obat pelancar ASI dapat mempengaruhi kondisi bayi dan ibu.

Contohnya adalah bayi menjadi kembung, rewel, hingga susah tidur dan ibu merasakan masalah pencernaan atau bahkan bau badan.

Nah, sebelum mengonsumsi obat pelancar ASI, pastikan pula untuk mengetahui tanda-tanda bayi mengalami kekurangan ASI.

Mengutip Today’s Parent via Tribunnews.com, tanda-tanda ini termasuk berat badan bayi yang tidak stabil, bayi tidak memproduksi cukup urin, dan bayi tidak tenang.

Jika bayi menunjukkan tanda-tanda tersebut, ada beberapa hal yang dapat dilakukan Ibu, di antaranya adalah:

- Memastikan apakah bayi menelan atau hanya menghisap puting susu ketika disusui.

- Memastikan apakah bayi disusui dengan posisi yang benar dengan mencoba beberapa posisi menyusui.

- Memastikan apakah bayi memiliki kelainan pada lidah.

- Jika sekiranya produksi ASI tidak lancar, gunakan tangan untuk memijat payudara atau beralih ke payudara lainnya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar