Skip to main content

Sopir Nia Ramadhani Ngaku Bawakan Sabu, Istri Ardi Bakrie Akhirnya Cuma Bisa Pasrah: Dia Tuh Tahu Semuanya


Sopir Nia Ramadhani mengaku membawakan narkoba jenis sabu untuk majikannya. Pengakuan ini yang membuat Nia Ramadhani dan suaminya, Ardi Bakrie ditetapkan sebagai tersangka. Istri Ardi Bakrie akhirnya cuma bisa pasrah.

Penetapan status tersangka pada Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie dalam kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu ini berdasarkan dari pengakuan sopir pribadi. 

Satresnarkoba telah memperoleh informasi bahwa Nia Ramadhani sering menggunakan sabu-sabu pada Rabu (7/7/2021). Lalu, dari informasi itu, polisi menelusuri informasi hingga akhirnya mengamankan sopir Nia Ramadhani, pria berinisial ZN (43).

Saat polisi menggelar interogasi, sopir Nia Ramadhani mengaku sabu tersebut milik istri Ardi Bakrie. Dari situ, polisi menggelar penggeledahan di rumah Nia Ramadhani di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

"Pada saat dilakukan penggeledahan terhadap Saudara ZN ini, ditemukan 1 klip narkotika jenis sabu.

Kemudian dilakukan interogasi ternyata yang bersangkutan mengakui bahwa barang tersebut adalah barang milik saudara RA (Nia Ramadhani) itu pengakuannya, itulah kemudian penyidik melakukan penggeledahan di kediaman Saudara RA dan kemudian menemukan Saudara RA di dalam rumah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat konferensi pers di Polres Jakpus, Kamis (8/7/2021).

Polisi menemukan barang bukti berupa sabu seberat bruto 0,78 gram, kemudian 1 buah bong atau alat isap sabu-sabu. Setelah dilakukan penggeledahan, Nia Ramadhani juga mengakui suaminya, Ardi Bakrie, mengonsumsi sabu bersama.

"Dilakukan penggeledahan mengakui bahwa suaminya Saudara AAB juga mengisap bersama, menggunakan sabu-sabu ini bersama-sama," katanya.

Selanjutnya Nia dan sopirnya dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat. Sedangkan Ardi Bakrie menyusul ke Polres Jakarta Pusat. Ketiganya dilakukan tes narkoba dan hasilnya positif narkoba. Polisi masih mencari asal narkoba tersebut.

"Kami akan mengejar pemasoknya dari mana," kata Yusri.

Sebetulnya, bukan sekali ini saja sopir Nia Ramadhani membongkar rahasia majikannya. Beberapa waktu lalu, pengakuan Ivan sopir pribadi artis Nia Ramadhani membuat geger publik.

Betapa tidak, Ivan telah bekerja selama 18 tahun sebagai sopir Nia Ramadhani.

Ia cerita, pernah gajinya tak dibayar oleh sang bos, padahal tiap hari selalu ada syuting.


Cerita ini dimulai saat Ivan sedang mengantar Nia Ramadhani istri Ardie Bakrie suatu tempat.

Awalnya, Nia Ramadhani memperkenalkan Ivan yang sudah bekerja dengannya cukup lama sebagai sopir.

"Dari umur 13 lah, kurang lebih 18 tahun ya," kata Ivan dikutip TribunnewsBogor.com dari kanal YouTube Trans TV Official di acara Nyonya Boss.

Ivan melanjutkan, dirinya sudah menjadi sopir Nia Ramadhani sejak bosnya itu bermain di sinetron Bawang Merah Bawang Putih.

"Jadi Ivan tuh tau semuanya," kata Nia Ramadhani.

Selama pisah dari orang tua dan tinggal sendiri di apartemen, Nia Ramadhani hanya bersama Ivan.

"Ini makanya salah didik juga. Masalah gue nggak bisa buka buah juga mungkin gara-gara lo Van," kata Nia Ramadhani.

Ivan menjadi sopir Nia Ramadhani membintangi di sinetron Bawang Merah Bawang Putih.

"Gua enggak bisa buka buah juga mungkin gara-gara lo Van, karena aku tinggal sendiri, terus cuma ada dia terus setiap hari," sambung Nia.

"Harusnya dia yang lebih tua bisa membimbing aku, ini enggak."

"Dulu waktu gua masih suka haha hihi dia demen banget nganterinnya, di dunia malam ya," kata Nia.

"Kan ada uang tutup mulutnya," canda Ivan tertawa.

"Iya tiap ke dunia malam gue bagi-bagi duit, kenapa gue bingung," sambung Nia.


Ivan lantas membongkar sosok Nia Ramadhani sebelum usianya masuk 17 tahun.

Menurut Ivan, Nia Ramadhani merupakan pribadi yang pendiam saat itu.

"Abis suruh pulang syuting, ya pulang, tidur, sebelum 17 pokoknya."

"Udah 17 baru deh tuh, udah punya KTP mungkin pergi ke klub gitu-gitu," cerita Ivan.

Nia Ramadhani mengungkap, Ivan merupakan pribadi yang baik hati.

Nia bahkan mengaku pernah tak bisa membayar gaji sang sopirnya tersebut.

"Ada satu momen, gua bilang gua enggak bisa bayar gaji lu," kata Nia Ramadhani tertawa.

"Padahal dia tiap hari syuting," sambung Ivan ngakak.


"Iya, tapi kenapa ya Van duitnya. Enggak tahu deh, pokoknya gue enggak bisa bayar gaji lu," kata Nia Ramadhani heran.

Saat itu, Ivan mengaku tak masalah belum mendapat gaji dari Nia Ramadhani.

Namun, Ivan meminta sebuah syarat untuk dibelikan bensin motornya.

"Bayarin bensin motor dari rumah ke tempat gue dulu, gitu," cerita Nia Ramadhani.

"Tapi dia sekarang agak belagu pas pindah ke Menteng."

"Karena di Menteng ini dia mempunyai anak-anak buah, karena dia merasa sudah lama, jadi dia mulai memerintah," sindi rNia Ramadhani.

Mendengar hal tersebut, Ivan hanya tertawa.

"Alhamdulilah bu, rezekinya bagus ibu," ucap Ivan.

Selesai membahas hal tersebut, asisten Nia, Theresa bertanya soal momen Ivan yang tak terlupakan selama bekerja bareng bosnya.

Tak butuh waktu lama, Ivan mengingat kebiasaan kurang baik perempuan cantik 3 anak itu.

Dikatakan Ivan, saat masih sekolah dulu, Nia Ramadhani sering tertinggal barang-barang.

"Sekolah, kalau sekolah pasti ada aja yang ketinggalan bukunya lah apa lah," ucap Ivan.

"Terus lu yang nganterin?" tanya Nia Ramadhani tertawa.

"Iyaa saya yang nganterin ke kelas," ungkap Ivan.


Menurut Nia Ramadhani, hal itu terjadi karena dirinya kelelahan syuting semalaman.

"Kayaknya gue keder dah, buku apa ya yang harus dibawa,"

"Jadi mending gue bawa tas aja dah," sambung Nia tertawa.

"Itu jangan dicontoh, jadi pendidikan itu harus bagus," sambungnya.

"Oh ternyata kebiasaan lu ketinggalan barang gak cuma dari SD, sekarang aja nih HP lu udah dicari gak ada," kata Theresa.

"Parah banget itu, gua menyadari orangnya sangat selebor, apalah itu namanya," tutur Nia Ramadhani.

"Asal lu tahu ya, gue juga gak mau jadi orang kayak gini," sambungnya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar