Skip to main content

Ayah Rozak dan Umi Kalsum Sudah Keterlaluan! Langsung Diprotes Sejagad Raya, Sosok Penting Ini Kecam Keras Aksi Orang Tua Ayu Ting Ting: Cerdas Dikit Ya!


Tampaknya ayah Rozak dan Umi Kalsum kini harus bersiap untuk menerima kritikkan dari masyarakat.

Lantaran aksinya yang belum lama ini me'labrak' haters Ayu Ting Ting.

Aksinya itu menuai kecaman dari banyak golongan masyarakat gegara ayah Rozak dan Umi Kalsum kepergok ke luar kota di masa PPKM.

Tak hanya itu saja, sikap ayah Rozak dan Umi Kalsum yang menjadikan orang tua KD (nama haters Ayu Ting Ting) sebagai jaminan dan bakal jebloskan ke penjara dinilai kelewatan.

Beberapa masyarakat pun menghujat aksi kedua orang tua Ayu Ting Ting, tak ketinggalan juga salah satu sosok ini.

Salah satu politisi sekaligus mantan artis ini juga memprotes aksi orang tua Ayu Ting Ting.

Sosok yang dimaksud adalah Dewi Tanjung. Melalui media sosialnya, ia mengajukan protes terhadap tingkah ayah Rozak dan Umi Kalsum.

Ia mengatakan apa yang dilakukan oleh ayah Rozak dan Umi Kalsum itu kurang tepat.

"Ada yang bilang 'itukan wajar bela anak cucunya' ya wajar. Tapi ini negara hukum. Serahkan kepada hukum apabila ada yang membully anaknya, cucunya, ya serahkan ke hukum," ucapnya dalam akun TikTok @bobolovi.

Menurutnya, jika memang ingin jebloskan ke penjara, lebih baik serahkan semuanya ke Polisi.

Apalagi saat ini sedang musim PPKM, dimana kebanyakan orang memilih untuk berdiam di rumah dalam waktu yang ditetapkan oleh pemerintah.

Jangan keluar antar provinsi, dalam kota saja ada beberapa prosedur yang harus ditaati dan seperti yang kita tahu adanya pencekalan dimana-mana.

"Biar polisi yang datang, polisi yang menemui ke Bojonegoro itu gitu lho. Biarin aja. Ngapain ini orang tuanya Ayu Ting Ting yang mendatangi orang tua pembully itu ke Bojonegoro di masa PPKM," ungkapnya dengan nada tinggi.

"Ada yang bilang 'ini bukan lockdown bu tapi PPKM' Jakarta Bogor aja kita dilarang. Jakarta - Bandung aja dilarang masuk. Apalagi ini Jakarta Bojonegoro pasti ada penyekatan," tandasnya.

Dewi Tanjung juga merasa janggal karena ayah Rozak dan Umi Kalsum bisa membawa polisi sampai ke luar kota dan hanya untuk keperluan pribadi.

"Lalu pake acara bawa-bawa polisi segala. Emang dia siapa? Bayar berapa polisi sampe di bawa ke Bojonegoro? Ini negara hukum, serahkan semua ke PO-LI-SI," tegasnya.

Ia pun juga merasa kesal ketika Umi Kalsum memaksa KD segera dipulangkan ke Indonesia.

Menurutnya ada beberapa prosedur yang harus dilaksanakan sebelum seenaknya memulangkan TKW.

Sebetulnya yang membuat Dewi Tanjung gedeg adalah sikap orang tua Ayu Ting Ting. Ia merasa sikap keduanya terlalu sombong dan arogan.

"Kalau memang penting anak itu dipulangkan dari Singapura ke Indonesia, akan dipulangkan. Ada prosedurnya, ya. Jangan mentang-mentang artis orang kaya dateng ke orang tua si pembully yang tidak tahu apa-apa. Dengan gaya sombong gitu lho." ujarnya.

 "Yang dikritisi itu gaya orang tua Ayu Ting Tingnya, sikapnya sombong dan arogan. Apalagi bapaknya, kalau  Ayu Ting Ting sih enggak ada masalah, enggak kenal juga saya," ungkapnya lalu menujukkan video ayah Rozak dan Umi Kalsum yang mengatakan bakal penjarakan orang tua KD.


Menurutnya, kurang etis jika orang tua Ayu Ting Ting sampai penjarakan orang tua KD.

Terkesan terlalu semena-mena kepada orang yang tidak tahu apa-apa walaupun memang wajar jika orang tua membela anak-anaknya yang dibully.

"Yang dilawan orang yang enggak punya. Orang tua pembully ini orang yang nggak punya, apa yang mau dijadikan jaminan sama orang kaya raya ini? Itu yang kalian bilang wajar wajar aja?," tanyanya kepada para penonton videonya.

Menurut Dewi Tanjung, ayah Rozak dan Umi Kalsum terlalu berlebihan sampai mneyerang orang tua KD.

Ia pun memberi peringatan pada orang tua Ayu Ting Ting.

"Wajar orang tua bela anaknya wajar. Tapi yang tidak wajar, dia itu melawan orang yang tidak mampu, yang tidak tahu apa-apa. Yang salah ya si pembully hukum dia, bukan orang tua si pembully. Cerdas dikit ya orang tua Ayu Ting Ting" tutupnya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar