Skip to main content

Dulu Lengket Bak Perangko Susah Dilepas, Putri Kandung Ikke Nurjanah Ungkap Tabiat Asli Ririn Dwi Ariyanti, 'Dia Tidak Pernah'


 Kabar keretakan dari rumah tangga Aldi Bragi dan Ririn Dwi Ariyanti memang sudah tercium sejak lama.

Mulai dari menghapus foto hingga Ririn tak lagi mengenakan cincin pernikahan dengan Aldi.

Bahkan dalam ulang tahun sang putra, Aldi Bragi justru tidak hadir.

Kabar kedekatan Ririn dengan Jonathan Frizzy semakin membuat kisruh rumah tangga yang berjalan 11 tahun tersebut.

Putri sambung dari Ririn pun angkat bicara dan mengungkap sifat asli dari sang ibu sambung.

Beberapa waktu lalu Adira Kania, putri Aldi Bragi dari pernikahannya bersama Ikke Nurjanah juga ikut bersitegang dengan sang ibu tiri.

Buktinya, Dira dan Ririn sampai saling unfollow di instagram, lo.

Padahal dulu keduanya akur banget bagai ibu dan anak kandung.

Terungkap juga kalau Dira membongkar tabiat asli Ririn Dwi Ariyanti.

Dira Merasa Ada yang Berbeda

Diketahui bahwa sejak menikah dengan Aldi Bragi pada tahun 2010 silam, Ririn memang mengurus dan menerima sang putri tiri dengan tangan terbuka.

Ririn diketahui sangat dekat dan sangat sayang pada Dira.

Bahkan, walau kini telah dikaruniai 3 orang anak kandungnya, cinta Ririn untuk Dira tak pernah berkurang.

Itu sebabnya, hubungan Dira dengan ketiga saudara tirinya pun sangatlah baik.

Dira sendiri pernah mengungkapkan kasihnya pada Ririn dalam salah satu unggahan istagramnya.

Unggahan ini membuat banyak orang terharu dan percaya kalau cinta Ibu tidak tergantung karena ikatan darah saja.


Di sana, gadis berusia 20 tahun ini menulis dalam bahasa Inggris yang kalau diterjemahkan menjadi,

“Menjadi anak tunggal selama hampir 12 tahun membuat saya nyaman dengan memiliki Bapak sendiri. Ketika tiba-tiba, dia memperkenalkan saya kepada manusia yang luar biasa ini. Sejak pertama kali aku bertemu dengannya, aku bisa tahu kalau dia berbeda, mungkin, dia memang ditakdirkan untuk ayahku. Pendekatannya brilian, dari awal dia tidak pernah menjadikan dirinya sebagai ibu baru, atau dia tidak pernah memaksakan diri. Sejak saat itu, dia selalu, dan akan selalu menjadi sahabatku.

Sampai hari ini, dia adalah orang pertama yang aku hubungi ketika aku memiliki masalah dengan sekolah, atau bahkan teman-teman dan drama yang melibatkannya. Selalu dengan saran tanpa omong kosongnya, menyelamatkan aku dari diriku sendiri.

Sekarang 9 tahun kemudian, aku bisa memanggilnya bukan hanya sahabat, tetapi juga ibu. Meskipun tidak dengan darah, atau oleh tulang, aku dapat mengatakan bahwa dia adalah milikku sendiri.

Kamu tahu kamu mencintaiku, xoxo, SAK❤”


Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar