Skip to main content
Rajin Pamer Foto Geng Sosialita Bareng Iis Dahlia, Ini Respons Nia Daniaty Digeruduk Korban Aksi Tipu yang Dilakukan Anaknya

Rajin Pamer Foto Geng Sosialita Bareng Iis Dahlia, Ini Respons Nia Daniaty Digeruduk Korban Aksi Tipu yang Dilakukan Anaknya


Penyanyi Nia Daniaty rajin memamerkan foto geng sosialita bareng Iis Dahlia di Instagram. Namun, Nia Daniaty memberikan respons ini saat digeruduk korban aksi tipu yang dilakukan anaknya, Olivia Nathania. 

Nia Daniaty rajin mamerkan kehidupan mewahnya melalui akun Instagramnya yang sudah mendapat verifikasi. Sekalipun tidak setiap hari mengunggah foto, Nia Daniaty kerap menunjukkan kehidupan yang bergelimang harta. 

Pada unggahan terakhirnya saja Nia Daniaty tampak melampiaskan kerinduan akan berwisata ke luar negeri. Melalui kumpulan foto liburan mewah di negeri bersalju, Nia Daniaty mengaku sudah tidak sabar ingin menikmati waktu senggang di luar Tanah Air. 

Nia Daniaty juga mamerkan foto geng sosialita bareng Iis Dahlia. Bukan hanya Iis Dahlia, ternyata geng sosialita itu terdapat Chintami Atmanagara dan sederet artis lawas lainnya. 

"Kebersamaan yang indah...Mengenang Masa masa...., Luv u all ????????????," tulis Nia Daniaty dalam keterangan foto geng sosialita bareng Iis Dahlia seperti dikutip Fotokita.net.

Foto unggahan Nia Daniaty segera mendapatkan respons dari Chintami Atmanagara. "Mengenang masa-masa kecil."

Sekalipun ada dalam foto geng sosialita, Iis Dahlia absen memberikan komentar. Respons heboh justru ditunjukkan oleh netizen. Banyak yang memuji penampilan para artis lawas dalam foto geng sosialita Nia Daniaty itu. 

Dalam kesempatan lain, Nia Daniaty juga memamerkan foto ulang tahun sahabatnya, Hana Shahab Fadel. Nia Daniaty tampak memberikan kejutan bagi sahabatnya yang juga mantan menteri zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Fadel Muhammad. 

Terlepas dari foto kemewahan yang mudah dijumpai di Instagram, Nia Daniaty baru-baru ini mendapat sorotan publik. Penyebabnya, putri sulungnya, Olivia Nathania dituding melakukan aksi tipu. Jumlah korbannya tak main-main. Ada 225 orang yang diduga menjadi korban penipuan Olivia Nathania. Total kerugiannya pun ditaksir Rp 9,7 miliar.

Salah satu korban dugaan aksi tipu putri Nia Daniaty adalah guru SMA-nya. Ia bernama Agustin. 

Olivia Nathania mencoba mengiming-imingi Agustin untuk mengikuti CPNS. Agustin pun tertarik untuk mendaftarkan anaknya yang baru saja lulus sekolah di tahun 2018.


Tahun 2019, Agustin pun tertarik dengan rayuan putri Nia Daniaty itu. Bukan tanpa alasan, Olivia menjanjikan seseorang bisa menjadi PNS tanpa melalui tes. Namun, Agustin harus membayar sebesar Rp 30 juta per orang.

Dua tahun berlalu, Agustin mulai curiga dengan Olivia. Hingga akhirnya kebohongan putri Nia Daniaty itu dikatakan olehnya terbongkar.

"Oleh karena itu saya dari akhir Juni, Juli, Agustus, berupaya meminta baik-baik ke Oliv. Sudah kita lalui semua, tapi janji terus tapi tidak pernah terwujud. Akhirnya kami mendatangi rumah orang tuanya, mau gimanapun dia punya keluarga dan kebetulan saya juga kenal orang tuanya," ujar Agustin saat konferensi pers di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, sabtu (25/9/2021).

Namun, Agustin tidak juga menemukan jalan keluar. Nia Daniaty diduga tidak bisa membantu masalah yang mengaitkan putrinya, Olivia Nathania.

"'Tu Titin maaf, Oliv itu sudah menikah, sudah bukan tanggung jawab saya ini.' Itu jawaban dari Ibu Nia. Iya saya sampaikan 'Iya bu saya tidak meminta pertanggung jawaban ibu, saya hanya minta ibu menjembatani kami karena kami telah menguhubungi Oliv tidak bisa, akhirnya saya minta ibu menjembatani kami untuk menyelesaikan duduk bareng,'" kata Agustin ketika mengulang kembali pembicaraannya dengan Nia Daniaty.


Agustin akhirnya terpaksa melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Bersama dengan 224 orang lainnya yang menjadi korban, Agustin melaporkan Olivia Nathania ke polisi dengan pasal penipuan. Laporan korban teregister dengan nomor polisi: LP/B/4728/IX/SPKT/POLDA METRO JAYA, Tanggal: 23 September 2021.

"Harapan saya tentunya karena memang desakan keluarga dan sebagainya, tolong uang ini dengan jerih payah keringat dan sebagainya bahkan ada yang nabung juga segala macam, tolong diselesaikan untuk segera dikembalikan uang tersebut, karena amat rugi sekali buat keluarga saya," tutur Agustin.

"Saya selalu berdoa semoga Olivia selalu diberikan hidayah oleh Allah supaya bertanggung jawab," lanjut Agustin menangis. Ia juga menceritakan respons Nia Daniaty saat digeruduk korban aksi tipu yang dilakukan anaknya. 

Agustin memang sempat mencoba mendatangi rumah Nia Daniaty. Sayang, pelantun tembang "Gelas-gelas Kaca" itu sedang tidak ada di tempat.

"Saya sampaikan kepada kakak ibunya di tempat tersebut. Saya sampaikan bahwa peristiwa ini lah, bahwa Oliv ini merekrut CPNS ini dan sebagainya. Akhirnya dikedatangan kami yang ketiga saya dapat informasi Bu Nia nggak ada di lokasi, tapi ada di Cikini," ujar Agustin saat konferensi pers di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.


Agustin dan korban lainnya pun akhirnya meluncur ke sana. Beruntung, mereka bisa menemui Nia Daniaty. Agustin kemudian menyampaikan kejadian yang tengah dialaminya.

"Saya bersama Pak Karnu dan tim yang lain berangkat ke Cikini kebetulan ketemu sama Bu Nia, jadi saat itulah baru bisa bertatap sama bu Nia langsung. Saya sampaikan, 'Maaf Bu Nia bukannya saya nggak sopan temui Bu Nia di sini karena saya sudah 3 kali ke rumah Ibu nggak bisa ketemu Ibu. Sekali lagi saya sampaikan bahwa Olivia telah merekrut CPNS lebih kurang udah 300 orang dengan nominal saya sampaikan kalau kita rata-rata saja, seandainya Rp 51 (juta) satu orang dikali 200 udah Rp 3 M. Saya pun masih bisa lebih banyak yang tidak tahu yang langsung ke beliau,'" beber Agustin menceritakan ucapan yang dia katakan ke Nia Daniaty.

Menanggapi hal itu, Nia Daniaty lepas tangan. Sebab mantan istri Farhat Abbas itu mengaku Olivia Nathania bukanlah tanggung jawabnya lagi.

"Kami sudah baik-baik, terus Nia menjawab, 'Bu Titin maaf Oliv itu sudah menikah, sudah bukan tanggung jawab saya ini.' Itu jawaban dari Bu Nia. Iya saya sampaikan, 'Iya Bu saya tidak meminta pertanggung jawaban Ibu, saya hanya minta Ibu menjembatani kami. Karena kami telah menguhubungi Oliv tidak bisa, akhirnya saya minta Ibu menjembatani kami untuk menyelesaikan duduk bareng,'" ungkap Agustin mengingat kembali pertemuannya dengan Nia Daniaty.


Nia Daniaty akhirnya setuju. Ia berjanji akan menjembatani Agustin dan korban lainnya dengan Olivia Nathania.

"Saya menyampaikan, 'Ayo duduk bareng, ayo kita selesaikan secara kekeluargaan. Saya pengin endingnya, awalnya baik akhirnya baik supaya menjaga silaturahim kita.' Bu Nia, 'Baik Bu, karena dia (Oliv) tidak satu rumah dengan saya, saya coba telepon nanti saya hubungi, intinya karena Olivia sudah janji, besok kami diundang ke Bu Nia pukul tujuh malam menyelesaikan masalah ini. Saya juga mohon Ibu Nia sebagai saksi hadir di sana," papar Agustin.

Namun, Agustin lagi-lagi merasa ditipu. Nia Daniaty tidak menepati ucapannya saat awal pertama bertemu.

"Saya minta maaf sekali lagi dengan Bu Nia, saya pulang dan keesokan harinya saya datang ke rumah beliau ternyata rumah kosong dijaga tiga orang Ambon. Pintunya digembok, 'Saya mau masuk.' Katanya, 'Nggak bisa bu, saya diamanatkan menjaga rumah,' kata penjaganya," imbuh Agustin.

Agustin dan para korban lainnya dihalang-halangi. Mereka tidak bisa masuk ke rumah menemui kembali Nia Daniaty.

"Terus, 'Saya diundang loh datang ke sini, Bu Nia tahu saya sudah bicara sama beliau kemarin. Kemarin juga Oliv diundang untuk datang ke sini.' 'Maaf bu tetap tidak bisa, karena Bu Nia juga tidak ada," ucap Agustin.

Akhirnya, Agustin diminta menghubungi pengacara Olivia Nathania. Pengacara Olivia Nathania juga menjanjikan untuk menyelesaikan masalah.

"Saya sampaikan kepada pengacara itu, terus (dia) bilang, 'Iya Bu nanti saya akan kasih solusinya dan sama Oliv-nya.' Tapi sampai saat ini tidak pernah ada hasil. Saya sudah beberapa kali chat, cuma dibaca tidak ada balasan. Akhirnya kami menemui jalan buntu," tukasnya.

Agustin dan para korban lainnya akhirnya membuat laporan ke polisi. Laporan korban teregister dengan nomor polisi: LP/B/4728/IX/SPKT/POLDA METRO JAYA, tanggal 23 September 2021.
CLOSE ADS
CLOSE ADS