Skip to main content
Foto Rachel Vennya Pakai Batik Ramai Dibahas, Kekasih Salim Nauderer Disebut Kabur dari Wisma Atlet, Sang Ibunda Buka Suara

Foto Rachel Vennya Pakai Batik Ramai Dibahas, Kekasih Salim Nauderer Disebut Kabur dari Wisma Atlet, Sang Ibunda Buka Suara


 Foto Rachel Vennya pakai batik yang diunggah di media sosial ramai dibahas netizen. Kekasih Salim Nauderer ini disebut kabur dari Wisma Atlet, tempatnya dikarantina sepulangnya dari Amerika Serikat. Terkait kabar ini, ibunda Rachel Vennya buka suara. 

Rachel Vennya baru saja kembali dari Amerika Serikat. Kekasih Salim Nauderer ini tampak begitu menikmati perjalanannya di negeri Paman Sam itu. Hal ini bisa kita lihat dari unggahan foto yang banyak berseliweran di akun Instagram pribadinya yang sudah mendapatkan verifikasi. 

Sayangnya, begitu tiba di Tanah Air, Rachel Vennya malah tersandung beberapa kabar tak sedap. Permasalahan pertama muncul terkait hubungan bisnisnya dengan salah satu kliennya yang merasa tidak puas atas kesepakatan yang sudah terbangun sebelumnya. 

Foto Rachel Vennya memakai baju batik ramai dibahas netizen di Instagram. Banyak yang mendukung, ada pula netizen yang menyalahkan Rachel Vennya. Rupanya, foto Rachel Vennya pakai batik yang diunggah pada Jumat (8/10/2021) itu menjadi bagian dari klarifikasinya terhadap tudingan kepada dirinya yang menyalahi perjanjian endorse produk. 

Dalam foto Rachel Vennya pakai batik itu, sang selebgram tak memberikan keterangan apa pun terkait unggahannya. Dia hanya menandai salah satu perusahaan batik asal Cirebon, yakni BT Batik Trusmi.

Unggahan Rachel Vennya itu pun diberondong komentar warganet. Mayoritas warganet berkomentar buruk tentang BT Batik Trusmi. BT Trusmi merasa disudutkan atas klarifikasi Rachel Vennya dan unggahannya. Sebelum itu, Rachel Vennya telah mengembalikan uang endorse kepada BT Batik Trusmi.

Persoalan foto Rachel Vennya pakai batik memang bermula dari tudingan melanggar perjanjian endorse baju batik dari pihak BT Batik Trusmi. Dalam Instagram Stories miliknya, Rachel Vennya mengutarakan permintaan maafnya terhadap apa yang sudah terjadi.

Dia pun meminta maaf kepada pihak terkait karena sudah lupa bahwa ada perjanjian endorse yang harus dilakukan. Rachel Vennya dan timnya juga sudah mengembalikan uang yang sudah ditransfer.

Uang sebesar Rp 25 juta yang seharusnya diterima tim Rachel Vennya sebagai pembayaran endorse, sudah dikembalikan karena dianggap kesalahan sendiri.

Tapi Rachel Vennya justru mendapati kenyataan jika dirinya dibicarakan di belakang. Hal tersebut membuat Rachel Vennya kecewa dan marah.

"Jadi pas aku ke US itu, aku ditawarin mau diendorse batik sama temannya Kak Denny. Dan aku dikasih info kalau dia mau satu IG foto dan satu IG story. Sorry ya kalau aku sampai gemeteran gini karena aku kalau emosi memang kayak gini," ungkap Rachel Vennya dalam Instagram Stories pribadinya menjelaskan.


"Kalau aku memang mau ambil Rp 25 juta itu, aku mendingan dari awal nggak usah sempet-sempetin foto produknya, bikin IG story produknya. Kedua, aku juga sudah minta maaf sama dia karena lupa dan aku bersedia juga untuk refund," ungkapnya.

Saat berada di Amerika, Rachel Vennya memang menyempatkan untuk foto produk tersebut. Ia pun melakukan beberapa kali take foto dan dibuktikan saat memberikan penjelasan di Instagram Stories miliknya.

Dalam foto yang terlihat ada beberapa kali take yang diambil di sana. Rachel Vennya terlihat menggunakan batik yang diminta.

Rachel Vennya mengatakan seharusnya foto batik yang diambilnya nantinya diposting pada hari batik yang jatuh beberapa waktu lalu. Karena lupa, Rachel Vennya dan tim langsung meminta maaf dan mengembalikan uang yang sudah masuk.

Tapi kliennya disebut ingin tetap produknya diposting di Instagram Rachel Vennya. Menurut Rachel, momen hari batiknya sudah lewat dan tidak relevan dengan apa yang diposting.

Kini di Instagram miliknya, Rachel Vennya terlihat tetap menggunggah foto yang sudah diambilnya beberapa waktu lalu di Amerika dengan menggunakan batik itu.

Sikap Rachel Vennya ini pun banyak dipuji. Mereka menganggap apa yang dilakukan Rachel Vennya adalah bentuk tanggung jawab.

Pemilik BT Batik Trusmi, Sally Giovanny, memberikan klarifikasi terkait permasalahannya dengan Rachel Vennya. Sally membenarkan dirinya meminta refund, sebab kecewa dengan Rachel Vennya yang tak mengunggah endorse sesuai kesepakatan awal. Sally mengaku tak mempermasalahkan nominal endorse. Ia kecewa karena hilangnya momentum perayaan Hari Batik.

"Bukan karena masalah nominal, tetapi lebih kepada momentum Hari Batik Nasional. Di mana setiap tahunnya, saya selalu melakukan apresiasi terhadap perajin batik di Hari Batik Nasional," kata Sally dalam klarifikasinya, Sabtu (9/10/2021).

Sally juga menyinggung soal unggahan Rachel Vennya yang mengenakan baju batik tanpa menuliskan keterangan apa pun. Namun, menandai akun Instagram BT Batik Trusmi dalam unggahan itu.

"Saya mengucapkan terima kasih ada itikad baik untuk memposting. Tapi mohon maaf tidak ada obrolan 'win win solution' dan berita yang berkembang saat ini adalah, seolah saya terima endorse gratis dengan adanya permasalahan ini," kata Sally.

Lagi, Sally menyinggung soal momentum Hari Batik Nasional yang tak bisa dimanfaatkan lebih maksimal. Saat itu, Sally mengapresiasi Rachel Vennya dan berharap bisa turut serta menyuarakan budaya Indonesia melalui batik. Kondisi demikian akan berimbas positif bagi perajin batik.


"Terlebih lagi ada ribuan pembatik yang bekerja atau bergantung hidup dari batik. Kami sangat berharap dengan bantuan promosi dari beliau serta selebgram lainnya akan berdampak baik pada perekonomian pembatik," kata Sally.

Lebih lanjut, Sally menjelaskan tentang rencana besarnya untuk menyebarluaskan budaya memakai batik melalui kerja sama dengan influencer, artis, dan tokoh publik pada 2022. Ia mengaku telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 10 miliar untuk berkolaborasi dengan influencer, artis, dan tokoh publik.

"Ini untuk terjun ke persaingan pasar yang lebih luas. Berkolaborasi dengan kami, agar misi kita dalam melestarikan budaya batik di Indonesia kini dan nanti. Kami ingin batik ini diakui, dikenal, dan ingin merangkul lebih banyak orang yang memakai batik," kata Sally.

"Semoga dengan adanya pemberitaan ini, ke depannya saya dan kita semua dapat saling belajar bahwasanya membangun bisnis bukan hal mudah, banyak rintangan yang harus dilalui, apalagi di sini cita-cita kami adalah melestarikan budaya negeri sendiri," kata Sally menambahkan.

Selain mengklarifikasi masalah endorse, pengusaha batik asal Cirebon itu juga menanggapi klarifikasi Rachel Vennya soal uang bansos. Ia menceritakan awal mula munculnya kesalahpahaman terkait tudingan uang bansos.

Awalnya Sally membuat Instagram Story yang isinya soal berbagi bersama followers-nya.

"Termasuk pada postingan story yang kemarin. Saya lakukan adalah bentuk sharing kepada sesama pengusaha tentang pengalaman daripada upaya promosi melalui endorsement selebgram," kata Sally.

Sally mengaku banyak menerima pesan tentang pengalaman kurang mengesankan dan tidak profesional dari teman-temannya saat bekerja sama dengan selebgram.

"Tapi, saat itu pun saya tidak menyebutkan nama beliau. Saat itu, saya meng-capture isi chat atau hasil diskusi DM saya dengan teman-teman selaku pembangun bisnis, dengan tetap menutupi nama teman-teman maupun selebgram agar tidak menggiring opini atau menyudutkan nama salah satu pihak," kata Sally.

Kemudian, lanjut Sally, salah seorang temannya bercerita tentang permasalahan selebgram yang menyelewengkan dana bansos.

"Namun, sekali lagi saya tidak menyebutkan dengan detail bahkan menutupi nama selebgram. Dan, hanya mengeluarkan reaksi simpati akan hal yang terjadi pada teman saya," kata Sally.

Sally tak menduga munculnya klarifikasi dari Rachel Vennya terkait postingannya. Sally mengaku tak pernah merasa menyudutkan pihak mana pun.

"Hal mengejutkan pun muncul saat beliau mengonfirmasi lewat social media terkait story IG yang saya bagikan, dan mengira saya telah melakukan fitnah atau menyudutkan nama beliau terkait penyelewengan dana bansos. Sekali lagi saya tekankan di sini, saya tidak pernah menggiring opini atau melakukan fitnah secara langsung mengatasnamakan beliau karena penyelewengan dana bansos," kata Sally.

"Demikian klarifikasi saya. Saya harap dengan adanya klarifikasi ini, bisa meluruskan pemberitaan yang berkembang di luar sana. Dan, sekali lagi saya meminta permohonan maaf atas pemberitaan simpang siur yang telah terjadi," kata Sally menambahkan.

Foto Rachel Vennya pakai batik ramai dibahas, kini kekasih Salim Nauderer disebut kabur dari Wisma Atlet. Sang selebgram berada di tempat tersebut untuk menjalani karantina sepulang dari Amerika Serikat.

Terkait hal itu, ibunda Rachel Vennya buka suara. Rupanya menurut sang ibu, Vien Tasman, dirinya mengaku tak tahu.

"Nggak tahu ya," kata Vien Tasman yang dihubungi awak media detik, Minggu (10/10/2021).

Dia juga mengaku tak ingin berkomentar banyak soal itu. Tanpa penutupan, dia langsung mematikan telepon.

"No comment deh ya," paparnya langsung mematikan telepon.

Sebelumnya kabar kaburnya Rachel Vennya diungkapkan oleh akun @_melatiintaan. Akun itu mengaku sebagai penginput data di Wisma Atlet Kemayoran. Akun itu menuturkan sifat Rachel Vennya yang seharusnya menjalani karantina selama delapan hari, sedangkan ini cuma tiga hari.

"Ohhh Dia yg harusnya karantina di Wisma Atlet selama 8 hari eh Tapi baru 3 Hari langsung kabur???" tulis @_melatiintaan pada 8 Oktober 2021.

Kemudian akun itu menyebut Rachel Vennya dikarantina sekamar dengan kekasihnya, Salim Nauderer, dan seorang manajer.

"Karena Gua yang nginput data dia di Wisma Atlet Pademangan. Demi Allah...Puas? Gua tanyain alamay dimana sok sok bego, sa,pe sampe satu kamar sama si Salim padahal bukan suami istri gua minta buku nikah ktanya mereka bertiga kok sama manager Rachel yg cewek... Gua juga ada bukti Rachel yg update story dikamar wisma atlet tapi setelah 2 menit lgsng dihapus...Kenapa gua kesel sama dia? Karena Dia dengan mudahnya lolos karantina sedangkan banyak disini para TKW yg udh berumur terpaksa karantina 8 hari, ada yg ortu meninggal, anak meninggal, tapi terpaksa harus 8 hari sedangkan ni org dengan enaknya cma 3 hari." paparnya.
CLOSE ADS
CLOSE ADS